Page 405 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 405
Toponim Kota Yogyakarta 387
2. Kampung Celeban
Kampung Celeban, menurut catatan administratif, masuk wilayah Kelurahan Tahunan,
Kecamatan Umbulharjo. Dirunut dari cerita lokal yang dituturulangkan dan aktivitas
budaya yang tersisa, riwayat sejarah nama Kampung Celeban berjejalin dengan dunia
perbatikan. Pakar kamus Poerwadarminta dalam Bausastra Jawa (1939) mengungkapkan
istilah celeb mengandung arti wedel atau medel. Celeb merupakan bagian dari aktivitas
membatik, yakni proses pewarnaan kain batik. Di kawasan ini, hingga sekarang, masih
dijumpai warga yang membuat batik, termasuk batik jumputan. Uniknya, batik yang
berasal dari Kampung Celeban punya ciri khas yang tidak dimiliki batik jumputan dari
daerah lain misalnya Solo dan Pekalongan. Batik di kampung ini mempunyai “pecahan
warna” yang bagus. Selain itu, motifnya beragam, mulai motif daun, bunga, hingga
hewan seperti burung dan ikan.
Menurut perajin batik di daerah Celeban, Ngatmini Budiyono, semula batik
jumputan identik dengan motif bulat atau kotak dengan teknik pewarnaan putih di
antara warna cerah kain batik. Lalu, dikembangkan teknik menjumput dengan jahit
jelujur dan mengeksplore kreatifitas dengan membikin motif batik flora dan fauna.
Batik jumputan daerah lain cenderung menggunakan satu warna pada kain, sehingga
proses pembuatannya relatif mudah dan cepat. Untuk warna yang lebih sederhana,
pengajin umumnya memakai pewarna alami dari dedaunan dan kayu-kayuan. Dengan
penggunaan bahan pewarna alami, prosesnya lebih rumit. Hal ini akan berpengaruh
pada lama pembuatan, juga harga jual kain batik jumputan. Jika mengunakan pewarna
sintetis, proses membatik hanya memerlukan waktu 2-3 hari, sedangkan pewarna alami
prosesnya mencapai 8 hari hingga 2 minggu. Karya perajin dari Celeban tak hanya
beredar di wilayah DIY, namun juga menembus pasaran Jakarta, Surabaya, Bandung,
sampai Batam.
Untuk menggenjot hasil produksi sekaligus melestarikan batik, di Kampung Celeban
digelar pelatihan membuat batik jumputan selama beberapa hari. Aktivitas ini rata-rata
diikuti oleh ibu rumah tangga. Dalam pelatihan, peserta diajari berbagai teknik seperti
merancang motif, menggambar, mengikat, menjimpit, menjumput, dan pewarnaan.
Kegiatan ini secara tidak langsung merawat mata rantai sejarah lokal Kampung Celeban.
Dengan kesadaran historis, toponim Kampung Celeban sebetulnya menjaga memori

