Page 418 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 418
400 Toponim Kota Yogyakarta
Gapura Kampung Sumber: Survei tahun 2019
Gambiran (kiri) dan
Suasana Kampung
Gambiran (kanan)
Kelurahan Sorosutan: Kampung Sorosutan dan Nitikan
1. Kampung Sorosutan
Sejarah penamaan Kampung Sarasutan dapat dilacak dari akar katanya, yakni sara dan
suta. Merujuk pustaka Kawi-Jarwa karangan Dirjasupraba (1931), lema sara mengandung
arti: panah, lêlandhêp (senjata yang tajam), suminggah saka ing bêbaya (menyingkir dari
bahaya); pangrêksaning urip (mengurusi hidup), bageyaning brandon nyambut gawe (bagian
atau hasil dari membantu suatu pekerjaan). Sedangkan Winter melalui buku Têmbung
Kawi Mawi Têgêsipun (1928) membeberkan istilah sara dengan arti: jêmparing (memanah),
lêlandhêp, dêdamêl (pekerjaan), lungid (tajam), dan pamalês. Kemudian, terminologi suta
dalam kitab Kawi-Jarwa garapan Dirjasupraba (1931) diartikan sebagai anak.
Dengan penjelasan arti di atas, bisa diterangkan bahwa makna lengkap sarasuta adalah
anak panah. Fakta tersebut membuka penafsiran mengenai suatu kekuatan militer di
Keraton Kasultanan Yogyakarta yang bersenjatakan anak panah. Selain tombak, senapan,
keris, dan pedang, busur panah biasanya juga dipakai untuk melengkapi persenjataan
dalam militer tradisional kerajaan. Analisa historisnya, kampung tersebut di masa
lampau ditinggali pasukan kerajaan yang bersenjata anak panah. Fenomena ini tidaklah

