Page 446 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 446

428         Toponim Kota Yogyakarta












                             2. Kampung Tegalmulyo


                             Kampung Tegalmulya berada di Kecamatan Wirabrajan. Posisinya di sisi utara Kelurahan
                             Pakuncen, dan bersebelahan  dengan Kampung Singojayan.  Diusut dengan metode
                             tradisi lisan, riwayat nama Kampung Tegalmulya tampaknya bertemali dengan kondisi
                             di hamparan tanah. Berakar dua kata, yakni tegal dan mulya. Dicermat dari kacamata
                             semantik, pengertian tegal dijabarkan Poerwadarminta melalui kamus Bausastra Jawa
                             (1939), yakni ara-ara, wêwêngkon; palêmahan sing ditanduri palawija lsp tanpa diêlêbi banyu
                             (tanah lapang yang ditanami palawija dan sejenisnya tanpa dialiri banyak air). Sementara
                             lema mulya menurut Poerwadarminta (1939) diartikan: bali kaya maune, pulih; luhur
                             (diurmati, tanpa pangaji-aji); sarwa kêcukupan lan sênêng uripe. Dari pengupasan makna di
                             atas, memberi landasan menafsirkan Kampung Tegalmulya merupakan lahan pategalan
                             yang  di masa  lampau  diharapkan  bisa memberi penghidupan bagi penduduk lokal.
                             Dalam Toponim Kota Yogyakarta (2007) disinggung bahwa sebelum menjadi permukiman
                             baru, area ini merupakan tanah ladang.


                             Tegalan merupakan sistem pertanian yang paling primitif di Jawa, suatu sistem pertanian
                             dari peralihan budaya pengumpul ke tahap budaya penanaman. Pengolahan tanah tegalan
                             sangat minim, produktifitasnya tergantung pada ketersediaan humus yang ada. Sistem
                             tegalan ini lazim terdapat di daerah berpenduduk sedikit. Tegalan bergantung pada
                             pengairan air hujan, dan letaknya terpisah dengan halaman rumah. Tegalan umumnya
                             ditanami  jagung, ketela pohon, kedelai, kacang  tanah, dan  jenis kacang-kacangan
                             untuk sayur. Selain itu, bisa ditanami kelapa, buah-buahan, bambu, dan pohon untuk
                             kayu bakar. Hasil bertani di tegalan digunakan untuk mencukupi kebutuhan subsisten
                             petani. Batang tanaman jagung maupun daun di tegalan diambil untuk pakan ternak.
                             Kampung Tegalmulya menggambarkan  kondisi tanah pategalan  yang menghasilkan
                             tanaman sehingga mampu membawa kemakmuran bagi warganya. Maka, tempo dulu
                             masyarakat Yogyakarta membulatkan fakta itu menjadi nama kampung.
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451