Page 443 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 443

Toponim Kota Yogyakarta   425











                  Pustaka  Toponim  Kota Yogyakarta (2007) melacak kata “Pakuncen” berasal dari lema
                  “kunci” yang  memperoleh awalan “pa” dan  akhiran “an”. Dalam  bahasa  Jawa, kata
                  “kunci” bisa diartikan dua hal. Pertama, sebutan untuk umbi rempah-rempah yang bisa
                  dipakai bahan memasak. Kedua, sebutan anak kunci untuk membuka pintu, gembok,
                  dsb (Prawiraatmojo, 1992: 279). Sedangkan awalan “pa” dan akhiran “an” menunjukkan
                  tempat. Jadi kata Pakuncen bisa diartikan sebagai tempat kunci. Muncul pendapat
                  dengan penyebutan  Kampung Pakuncen. Diduga  di wilayah  ini merupakan  lahan
                  penanaman umbi rempah-rempah yang bernama kunci. Di pihak lain, ada keyakinan
                  asal-usul nama Kampung Pakuncen karena lokasi tersebut terdapat makam yang dijaga
                  seorang juru kunci.


                  Adapun jalan raya di wilayah Kelurahan Pakuncen adalah ]alan HOS. Cokroaminoto,
                  RE. Martadinata, dan jalan Wiratama. Jalan HOS. Cokroaminoto melintas di tengah
                  Kelurahan  Pakuncen ke utara-selatan membelah wilayah itu menjadi bagian barat
                  dan timur. ]alan HOS Cokroaminoto dulu bemama Jalan Pakuncen karena jalan ini
                  menghubungkan Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan lokasi makam  Pakuncen
                  sebagai makam mertua Hamengkubuwana I dan nenek Hamengkubuwana II.

                  Jalan RE. Martadinata melintas di sisi selatan Kelurahan Pakuncen. Jalan ini membatasi
                  Kelurahan Pakuncen dengan Kelurahan Wirabrajan. Dinamakan Jalan Wates sebelum
                  diganti nama  RE. Martadinata. Dinamakan  jalan Wates lantaran  sepotong jalan  ini
                  menghubungkan wilayah Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan Kota Wates.  Ada
                  sepenggal jalan Wiratama melintas di bagian utara Kelurahan Pakuncen. Jalan itu
                  membatasi Kelurahan Pakuncen dengan Kecamatan Tegalreja. Beda dengan jalur Jalan
                  HOS. Cokroaminoto  dan  Jalan  RE. Martadinata  yang  sudah  mengada  sedari awal
                  pemerintahan Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai jalan raya.


                  Ditelisik dari akar katanya, muasal Kampung Pakuncen dan Kampung Kuncen memang
                  berkaitan dengan keberadaan kuburan, dan profesi abdi dalem juru kunci atau penjaga
                  makam leluhur pembesar istana Kasultanan Yogyakarta. Kuncen berarti makam. Atas
                  jasanya mengabdi pada keraton dan punya kendudukan terhormat di mata masyarakat,
                  nama Pakuncen sekaligus Kuncen diabadikan warga lokal untuk identitas daerah sesuai
                  kampung yang ditinggalinya dan lokasi kuburan berada.

                  Ditelisik dari akar katanya, muasal Kampung Pakuncen dan Kampung Kuncen memang
                  berkaitan dengan keberadaan kuburan, dan profesi abdi dalem juru kunci atau penjaga
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448