Page 438 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 438

420         Toponim Kota Yogyakarta












                             berakar dari kata wira dan braja sejatinya memiliki arti positif yang termaktub pada
                             naskah Jawa lama. Poerwadarminta lewat kamus Kawi-Jarwa (1943) menyurat istilah
                             wira berarti wong lanang (lelaki), prajurit; kêndêl (berani). Lantas, lema braja artinya
                             gêgaman (senjata), barat gêdhe (angin besar). Dari penjelasan beberapa makna tersebut,
                             bisa dipahami  kata wirabraja  mengandung maksud, yaitu jenis prajurit istana  yang
                             berani dan mempunyai senjata tertentu. Pusaka  yang dirawat prajurit wirabraja
                             bernama Kanjeng Kyai Slamet. Wujud gaman atau senjata itu berupa tombak.


                             Penjelasan  di atas  senafas  dengan  prajurit Wirabraja  yang  berumah  di Kampung
                             Wirabrajan  yang tersurat pula dalam  Pusaka Jawi terbitan  Java Instituut tahun 1935
                             mengisahkan: Kala taksih wujud tiyang limrah, nênêpi dhatêng sapinggiring kêdhung Sôngka,
                             prênahipun sawetaning kuburan pandung pêjah, ingkang ing sapunika karembak lajêng kangge
                             pabrik: Anim, inggih ing kampung Wirabrajan. Terjemahan bebasnya: Awal menjadi pelayan
                             itu, ia masih sebagai orang biasa, bersemedi di pinggir kedung Songka, tepatnya sisi
                             timur makam pencuri, yang kini dipugar dan dijadikan pabrik Anim, yaitu di Kampung
                             Wirabrajan.

                             Informasi senada menguatkan analisa di atas terpacak dalam pustaka Almanak (1911).
                             Tercatat birokrasi militer di istana dengan nama Kabupatèn Wadana Agêng Prajurit: Mas
                             Panji  Brajadipura, lurah prentah prajurit wirabraja.  Terjemahan bebasnya: Mas Panji
                             Brajadipura sebagai lurah prajurit wirabraja.


                             Di samping menegaskan lokasi kampung dan umurnya yang tua, dua fakta yang tergelar
                             dalam Pustaka Jawi dan Almanak menunjukkan ekistensi prajurit Wirabraja di istana
                             Yogyakarta tempo dulu. Bersama prajurit lainnya, pasukan Wirabraja yang diketuai Mas
                             Panji Brajadipura menjadi lapisan pertahanan bagi pihak penguasa Keraton Kasultanan.
   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443