Page 440 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 440
422 Toponim Kota Yogyakarta
2. Kampung Ketanggungan
Kampung Ketanggungan terletak di selatan Kelurahan Wirabrajan, Kecamatan
Wirabrajan. Di Kampung Ketanggungan terdapat gang yang membatasi antara
Singasaren dengan Kampung Ketanggungan Kulon. Jalan kampung ini dinamakan Gang
Singomulangjaya. Sementara Gang Poncowolo membatasi Kampung Ketanggungan
Kulon dengan Kampung Suronggaman. Gang Kresna membatasi Kampung
Ketanggungan Wetan dengan Kampung Mancasan.
Para penulis Toponim Kota Yogyakarta (2007) mengungkapkan, kata Ketanggungan
berasal dari kata “ketanggung” diimbuhi akhiran “an”. Dalam struktur birokrasi Keraton
Kasultanan Yogyakarta, istilah “Ketanggung” dipakai untuk nama abdi dalem yang
tergabung dalam kesatuan prajurit Ketanggung. Berarti, kawasan ini kala itu merupakan
ruang hunian abdi dalem prajurit Ketanggung.
Keterangan Poerwadarminta dalam kamus Bausastra Jawa (1939) menguatkan pendapat
di atas. Dipaparkan singkat bahwa kêtanggung merupakan prajurit (ing Ngayogya).
Bukti historis yang meyakinkan kita tentang ketanggung sebagai kesatuan prajurit
dan tokoh yang memimpinnya tersaji dalam Almanak terbitan H. Buning (1938).
Diulas Kawêdanan Agêng Prajurit yang memegang salah satunya Mas Bèi Jayasuwarna
sebagai opêr wahmèstêr, prajurit kêtanggung. Dan Mas Bèi Jayautama, puliyêr, prajurit
kêtanggung. Juga yang pernah menjadi wêdana prajurit kêtanggung di istana Kasultanan,
yakni Kangjêng Radèn Tumênggung Purbadirja. Sementara Radèn Panji Jayapêrmadi
didapuk sebagai lurah parentah prajurit kêtanggung.
Prajurit Ketanggungan ada sejak awal berdirinya Keraton Kasultanan. Babad Giyanti
yang menjadi sumber penting sejarah Kasultanan mencuplik sepotong cerita itu:
Kalêmuk, mas, ipenipun Pangeran Arya Natakusuma, ngabdi ing Kasultanan, dados wadana
kêtanggung, kaparingan nama Radèn Ngabèi Jayakusuma.
Nama khas prajurit Ketanggung, yakni “Joyo”. Dipercaya memegang pusaka tombak
bernama Kanjeng Kyai Genthol Nenggolo. Lalu, bendera sebagai identitasnya adalah
cendrasuwandana, berbentuk 4 persegi panjang dengan warna dasar hitam. Di sisi
tengah terdapat gambar bintang dengan sudut 8 warna putih. Pakaian yang dikenakan,
yakni topi mancungan berkelir hitam dan blangkon hitam. Punya baju sekapan (baju
menakup ada kancingnya) berwarna lurik hijau, biru dan putih. Baju rangkepan (baju
dalam) berkelir putih dan celana hitam putih (putih polong hitam). Mengenakan sepatu

