Page 441 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 441
Toponim Kota Yogyakarta 423
lars hitam, dan bersenjatakan senapan, tombak, keris, juga pedang. Instrumen mereka
berupa genderang, seruling, terompet, dan bende dengan lagu iringan Bima Kurda dan
Bergola Milir.
Di Kampung Ketanggungan, dijumpai bekas bangunan sekolah Kweekschool Moehammadijah
yang moncer pada zamannya. Mutiah Amini (2017) menuturkan, pendirian Kweekschool
bagi Muhammadiyah dipandang sangat strategis, sebab lembaga edukasi ini dibangun
untuk mendidik barisan guru agama Islam. Lama pendidikan lima tahun. Sedari mula,
Kweekschool Muhammmadiyah terdiri atas Kweekschool Muhammadiyah untuk laki-laki
dan Kweekschool istri untuk perempuan. Ada beberapa syarat yang kudu dipenuhi bagi
calon siswa, yaitu lulus ujian membaca Al-Quran, menulis huruf Arab pegon, membaca
tulisan Jawa dan Melayu, berhitung serta ilmu bumi. Materi yang diujikan setara dengan
materi ujian kelas 5 sekolah ongko loro (standardschool). Pengecualian ujian diberikan
kepada calon siswa yang membawa rapor kelas VI HIS atau standardschool.
Sekalipun agama Islam menjadi fokus pendidikan di Kweekschool, mereka yang diterima
jadi siwa mustinya punya bekal cukup dalam kemampuan membaca huruf Jawa (soeara
Moehammadiyah, 1924: 554). Biayanya sebesar f 2.50 per bulan. Lantaran sekolah
bersama, siswa dari luar Yogya masuk ke asrama dengan ongkos f 12.50 per bulan.
Sementara siswa asli Yogyakarta, wajib tinggal di asrama diberlakukan ketika mereka
naik kelas 4 dan 5 (Soera Moehammadiyah, No.24:554). Dengan demikian, Kampung
Ketanggungan terekam dalam ingatan kolektif sejarah keprajuritan kerajaan dan
edukasi yang dikembangkan organisasi keagamaan.
Sumber: https://www.google.co.id/maps
Lokasi Kampung
Ketanggungan

