Page 435 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 435
Toponim Kota Yogyakarta 417
dikelilingi pagar tinggi untuk keamanan sekaligus pembatas antara publik dan pribadi.
Banyak sanggrahan yang telah berubah fisik dan fungsinya, bahkan hilang. Namun
jejaknya masih dapat dirunut dari toponim dan sisa bangunan. Demikian pula toponim
Kampung Sanggarahan.
Belum lama (2018) warga setempat membuat sejarah baru seraya memaknai
kampung dengan gerakan sentra kelengkeng. Warganya melakukan penanaman pohon
kelengkeng. Penanaman pohon kelengkeng ini tidak lepas dari ide masyarakat untuk
konservasi alam. Salah satunya, untuk menjaga kelestarian sumber daya air, salah satu
ciri situs pesanggarahan yang dimiliki kerajaan. Alasan logis sebab tanaman kelengkeng
digunakan pula untuk konservasi air, meredakan suhu yang tinggi akibat pemanasan
global, dan meningkatkan kualitas udara.

