Page 260 - Sun Flower Full Naskah
P. 260

***


                 Hae-Seol sudah mengirimkan pada So-Ra beberapa fo-
          tonya di Namsan Tower bersama Kang Ji-Woo dan tentu foto
          gembok cinta juga ia kirimkan pada So-Ra. Sekarang ia tengah
          berdiri di antara banyaknya gembok yang terkunci. Di sebelah
          Hae-Seol berdiri lelaki tampan yang sangat ia cintai.
                 “Oppa apa kau percaya kalau aku bilang aku menyu-
          kaimu sejak remaja?”
                 “Wah, berarti aku cinta pertamamu?”
                 “Jadi, maksud Oppa aku bukan cinta pertama Oppa?”
                 “Mm, listen to me my dear… menjadi cinta pertama me-
          mang bagus, tapi menjadi cinta terakhir itu sempurna.”
                 “Oppa cinta pertama dan terakhirku, tapi aku hanya cin-
          ta terakhir Oppa. Itu kan tidak adil.”
                 “Haha…” Kang Ji-Woo tertawa melihat Hae-Seol yang
          tengah kesal. Tapi ia benar-benar bahagia sekarang, ia beranjak
          untuk memeluk Hae-Seol.
                 “Oh iya Oppa, dulu aku mengira tak bisa menggapaimu,
          karena kau terlalu tinggi. Aku hanya setangkai bunga dan kau
          seperti matahari.”
                 “Makanya aku selalu mengirimkan bunga matahari,
          agar kau tahu bahwa sebenarnya bunga dan matahari itu ber-
          jodoh.”
                 Hae-Seol tersenyum senang, jantungnya  berdebar he-
          bat. Pastilah Kang Ji-Woo dapat mendengar detak jantungnya
          sekarang. Ia  bahagia, hingga tak tahu bagaimana harus  men-
          gungkapkannya.
                 “Oppa, seberapa besar cintamu pada pekerjaan?” tanya
          Hae-Seol yang berada dalam pelukan Kang Ji-Woo, ia melong-
          garkan pelukan lalu mendongak menatap wajah Kang Ji-Woo.
                 “Kenapa? Aku bahkan bisa berhenti menjadi aktor dan
          penyanyi kalau kau yang meminta.”
                 “Mm, tidak, aku tidak memintamu berhenti. Tapi Oppa,
          tidak boleh ada adegan mesra dan sentuhan! Pegangan tangan
          dengan perempuan pun tidak boleh. Sepakat?”

                                     254
   255   256   257   258   259   260   261   262   263