Page 255 - Sun Flower Full Naskah
P. 255

nya diam. Oh, Hae-Seol, boneka memang tak bisa bicara.

                                     ***

                 Hae-Seol ingin mengajak So-Ra jalan-jalan tetapi ia ingat
          bahwa hari ini adalah hari perayaan satu tahun pernikahan So-
          Ra dan Park Kyung-Shin, ia membatalkan niatnya untuk menga-
          jak So-Ra pergi. Seharian ia memilih di apartemen saja, hingga
          malam ia hanya mengakses banyak berita lewat internet dan oh
          ya ampun! Ia melihat media sosialnya banjir komentar.
                 Sebagian  besar adalah komentar sanjungan karena  ia
          adalah  designer yang  hebat,  tapi  ada sebagian komentar yang
          membuat Hae-Seol mengerutkan kening. Itu bukan benar-benar
          komentar, tapi lebih ke pertanyaan, “Hae-Seol seorang designer,
          apa benar kau kekasihnya Kang Ji-Woo seperti yang dikatakan
          artikel ini?” tanpa berpikir panjang ia membuka link artikel itu,
          ia membaca sambil menahan tawa, di artikel itu memajang fot-
          onya yang sedang duduk berdua di café bersama Kang Ji-Woo.
          Foto itu sudah lama sekali. Ia juga melihat fotonya dengan Kang
          Ji-Woo sedang makan di restoran, ia juga ingat itu adalah saat ia
          berpapasan dengan Kim Tae-Yoon.
                 Rian pernah mengatakan pada Hae-Seol bahwa pernah
          membaca artikel dan melihat foto yang mirip dengan kakaknya,
          sekarang Hae-Seol jadi berpikir, apa yang dimaksud Rian adalah
          artikel ini? Tapi bukankah itu sudah lama sekali? Dan Rian men-
          gatakan bahwa artikel itu sudah hilang di internet, tapi kenapa
          ada lagi?
                 Oh astaga! Rian benar, sekarang ia diserang fans Kang
          Ji-Woo, ah! Tidak benar-benar diserang. Ia hanya mendapat
          dukungan dan sedikit cacian. Mungkin fans Kang Ji-Woo belum
          siap menerima keadaan itu. Hae-Seol tak mau pusing lebih lama,
          ia menutup tab demi tab di layar laptop. Sekarang ia ingin jalan-
          jalan, sudah malam memang sebab tadi ia baru saja melakukan
          sholat Isya. Tapi ia ingin jalan-jalan.
                 Serentak dengan ia yang akan menutup pintu aparte-
          men, ponsel Hae-Seol berdering. Ia melihat nomor baru mengi-
          riminya pesan,

                                      249
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260