Page 253 - Sun Flower Full Naskah
P. 253

tikan, Ray mengenakan kaos merah hati dan jeans. Hadiah yang
          pernah ia berikan.
                 Ray tersenyum sebelum ia benar-benar menuju pesawat,
          beberapa kali ia menoleh lalu melambaikan tangan pada Hae-
          Seol. Sulit sekali rasanya saat ia harus tersenyum dan bersikap
          seperti hatinya tak terluka, sulit sekali kakinya melangkah kare-
          na itu ia masih saja menoleh. Aku akan memastikan kau meng-
          abulkan  permintaanku  untuk selalu berbahagia  dengan atau
          tanpa aku di sisimu.
                 Hae-Seol terdiam, masih saja ia terdiam di tempat tadi.
          Beberapa menit telah ia lewatkan sejak pesawat yang memba-
          wa Ray sudah terbang. Ia menuntun langkah gontainya menuju
          apartemen. Ia tak bisa melihat senyum Ray lagi. Ia bahkan tak
          bisa menemui Ray sebab lelaki itu akan menagih jawaban jika
          bertemu dengannya. Bukan ia tak bisa menjawab, tapi kenapa
          harus  pertanyaan itu? Jika tadi ia menjawab tidak, maka Ray
          masih akan pergi.
                 Ingatannya kembali merasuk mengenang setiap keber-
          samaan dengan Ray, ah! Sekarang Hae-Seol akan benar-benar
          menghadapi kenyataan bahwa ia tak akan mendapati Ray lagi
          berada di sekitarnya. Cukup menyakitkan.


                                     ***

                 Waktu terus saja  berjalan, kadang Hae-Seol uring-ur-
          ingan, kadang  ia semangat  kerja dan  kadang dalam  sebulan
          ia bisa tiga kali pulang ke Indonesia. Ia masih terus mengirim
          pesan pada Ray, tapi tak pernah ada balasan. Hae-Seol kadang
          ke rumah So-Ra tetapi sahabatnya itu selalu memaksa untuk ce-
          pat-cepat juga mengganti status lajang menjadi menikah. Bah-
          kan untuk membuat Hae-Seol lebih panas, So-Ra memperlihat-
          kan banyak foto kebersamaannya dengan Kyung-Shin termasuk
          foto gembok cinta yang sudah mereka kunci.
                 “Mengganti status tidak semudah mengatakannya, So-
          Ra. Bahkan lebih mudah mengganti nama,” kata Hae-Seol yang
          mengingat sekarang ia sudah menggunakan nama aslinya. Na-
          mun, orang-orang di kantor sudah mengenalnya sebagai Hae-

                                      247
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258