Page 254 - Sun Flower Full Naskah
P. 254
Seol. Ia beruntung tidak harus berurusan dengan polisi karena
masalah identitas, Bunda sudah menyelesaikan itu semua dan
bukankah ia juga membantu dalam penangkapan penjahat kelas
atas di Korea Selatan? Setidaknya ia memang tak punya niat ja-
hat atas identitas itu.
“Haha… fighting!” kata So-Ra yang selalu menyeman-
gati Hae-Seol untuk segera menemukan pendamping. Usianya
sudah 25 sekarang.
Kemarin saat ke rumah So-Ra, Hae-Seol diberitahu Park
Kyung-Shin bahwa Kim Tae-Jin meninggal di dalam penjara. Se-
karang ia jadi memikirkan di mana keberadaan Kim Tae-Yoon?
Perempuan itu tak pernah ia lihat lagi, Bunda juga tak pernah
melihat Tae-Yoon. Ah! Mungkin saja Kim Tae-Yoon melaku-
kan hal yang sama seperti yang dilakukan Ray. Pergi untuk
menyembuhkan luka di hati.
Dan Kang Ji-Woo, Hae-Seol sedikit kesal karena lelaki
itu juga menghilang seperti ditelan bumi. Hanya sesekali Hae-
Seol mengintip aktivitas Kang Ji-Woo lewat dunia maya. Me-
mang, Ji-Woo memiliki jadwal yang padat.
Namun, setidaknya Hae-Seol bisa tersenyum saat kem-
bali ke apartemen dan mendapati box flower di depan pintu.
Sudah sangat lama ia masih saja terus mendapat kiriman bun-
ga, musim ke musim yang dilewati selalu ia menemukan bunga
matahari saat kembali ke apartemen dan kali ini tulisannya,
“Nikmatilah hari-harimu dengan belajar memasak.”
Ia jadi memikirkan Bunda. Tapi ia justru teringat dengan
kata-kata Bunda waktu itu. Tidak, ia tidak akan belajar memasak
makanan kesukaan Kang Ji-Woo, tapi ia hanya ingin mengajak
Bunda. Bukan, itu juga bukan semacam pendekatan. Ah! Hae-
Seol menjadi serba salah. Ia memasak sendiri saja sekarang.
Saat masuk apartemen, Hae-Seol selalu berbicara
pada Ray. Bukan, bukan Ray yang ada di Amerika, tetapi Ray
bonekanya yang sekarang berkalung sapu tangan. Ia pernah ber-
tanya apakah Ray tahu siapa yang terus-terusan mengiriminya
bunga? Kenapa orang itu tak menampakkan diri? Tetapi Ray ha-
248

