Page 259 - Sun Flower Full Naskah
P. 259

embak lalu berkata, “Kang Ji-Woo, jika aku tidak bisa memili-
          kimu, maka perempuan ini juga tak bisa,” Hae-Seol memucat.
          Kang Ji-Woo berdiri di hadapannya. Pistol itu sekarang mengar-
          ah pada Kang Ji-Woo.
                 “Jika hidupku hancur,  maka hidup  kalian juga harus
          kuhancurkan,” Tae-Yoon marah sambil menatap lekat ke arah
          Kang Ji-Woo. “Diam! Jangan mendekatiku atau kutembak mer-
          eka berdua!” ancam Tae-Yoon saat tim keamanan Kang Dong-
          Sun mendekat. Suasana berubah mencekam, Hae-Seol kembali
          dihantui akhir mimpinya. Kang Ji-Woo juga teringat pada mim-
          pi saat ia melihat Hae-Seol dalam keadaan panik. Dalam hitun-
          gan detik, terdengar suara tembakan. Kang Ji-Woo memeluk
          Hae-Seol, ia melindungi perempuannya.
                 Tidak, mereka berdua tak terluka sedikitpun. Sebalikn-
          ya, Kim Tae-Yoon pingsan dengan peluru yang menggores tan-
          gannya hingga membuat pegangan pistol jatuh. Kim Tae-Yoon
          segera dibawa keluar, setelah sadar perempuan itu harus ber-
          tanggung jawab dan menanggung hukuman dari perbuatannya.
          Hae-Seol melihat lobang bekas peluru di jendela kaca, pastilah
          itu bekas tembakan yang mengenai tangan Kim Tae-Yoon tadi.
          Entah darimana dan siapa yang menembak, siapapun itu Hae-
          Seol berterimakasih dalam hatinya.
                 “Sudah kukatakan, aku akan memastikan kau meng-
          abulkan permintaanku Hae-Seol. Berbahagialah tanpa ada gang-
          guan,” seseorang itu berlalu, ia tak menyempatkan diri bertemu
          Hae-Seol. Meski sekarang hatinya terluka, ia tetap berusaha
          tersenyum. Ah!  Bahkan sekarang saja  ia memakai  setelan jas
          pemberian Hae-Seol, ia tersenyum kecut lalu memakai kacamata
          hitamnya dan masuk ke mobil.
                 “Caramu mendapatkan hatinya sangatlah kekanakan,
          Ji-Woo Hyung,” gumamnya sambil membuka bungkus permen
          rasa jeruk, sayang sekali permen itu terasa asam sekarang. Ray,
          ia juga melihat acara siaran langsung saat Kang Ji-Woo menyunt-
          ing hati Hae-Seol. Sekarang ia jadi berpikir, apa karena ia yang
          terlalu kaku hingga Hae-Seol tak tertarik padanya? “Hh… seti-
          daknya aku juga memiliki Hae-Seol.” kata Ray sambil mengelus
          boneka di sebelahnya.

                                      253
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263