Page 183 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 183
Inspiring Lecture Paragon
yang selama ini mungkin sudah merasa “nyaman” dengan
kehidupannya. Tak ayal, kebijakan ini tentunya mendapatkan respon
yang mungkin tidak semuanya baik. Tentunya tidak ada yang
sempurna di dunia ini. Namun, keberanian untuk memulai inilah yang
patut diacungi jempol, seperti tagline “Kalau bukan sekarang kapan
lagi, kalau bukan kita kita siapa lagi”.
Selama ini masyarakat selalui mengeluhkan minimnya sarana
prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah, tetapi melupakan bahwa
masyarakat juga memiliki peran untuk “mendukung” pemerintaha
dalam menyukseskan pembelajaran bagi anak meraka. Perlu
digarsibawahi bahwa pendidikan memanglah tidaklah sepenuhnya
tanggung jawab pemerintah. Mestinya terdapat kerjasama sinergis
antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan, unit pendidikan
sebagai pelaksana dan masyarakat yang memiliki fungsi kontrol.
Tidak salah memang, jika masyarakat menyuarakan pendapatnya
tentang kenyataan yang mereka hadapi di lapangan. Namun, mestinya
terdapat pula solusi di dalam pendapat tersebut.
Sudah saatnya dunia kampus melaukan transformasi ke arah
pembelajaran digital. Tak bisa dipungkiri, pembelajaran konvensional
tidak bisa lepaskan dari kegitan belajar mengajar di Indonesia.
Banyak hal yang mempengaruhi keterikatan tersebut, salah satunya
adalah tidak meratanya infrasturktur pendukung pembelajaran yang
dimiliki oleh unit pendiidkan. Namun, hal tersebut mestinya tidak
menyurutkan niat peserta didik untuk menuntut ilmu. Ibarat pepatah
mengatah “Banyak jalan menuju Roma”.
17
1

