Page 180 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 180
Inspiring Lecturer Paragon
1980-an. Terlepas dari pro-kontra swasembada tersebut, Indonesia
berhasil membuktikan kepada dunia bahwa kita mampu mandiri
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, bagaimana dengan
kondisi sekarang? Kebutuhan dalam negeri tentunya tidak dapat
dipenuhi mengandalkan produk dalam negeri. Itulah kiranya yang
disampaikan oleh pemerintah.
Masa lalu tentunya dapat memberikan pelajaran berharga bagi
mereka yang memiliki kebijaksanaan dalam mengambil hikmah di
balik semua kejadian. Bukankah tujuan belajar sejarah sejatinya
adalah membuat orang menjadi bijaksana dalam menghadapi masalah
di masa depan. Mungkin inilah yang “terlambat” disadari oleh para
pemangku kebijakan. Saat dunia sudah mulai berubah sedemikan
cepatnya, negeri kita masih sibuk berkutat dengan berbagai kisruh
berbau SARA. Namun, ada baiknya “lebih baik terlambat daripada
tidak sama sekali” tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan masyarakat kita.
Memang langkah kita terlambat. Namun, gerakan yang
dilakukan oleh pemerintah ternyata sudah tepat. Berani memulai
secepatnya tanpa perlu menunda lagi. Ternyata keberanian memulai
dengan capat inilah yang membuat bingung masyarakat. Sosialisasi
yang terbatas dan hirarkikal membuat rantai informasi menjadi sanagt
panjang. Memang pemerintah sudah membuka informasi seluas-
luasnya melalui lini masa. Namun, apakah seluruh masyarakat
Indonesia aktif menggunakan lini masa layaknya generasi milineal
yang tidak bisa lepas dengan gawainya? Hal inilah yang mungkin
168

