Page 198 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 198
Inspiring Lecturer Paragon
tidaklah demikian. Banyak kita lihat anak-anak yang tidak sekolah,
berada di jalanan, putus sekolah bahkan mahasiswa yang drop out.
Kalau Pendidikan wajib bagi mereka, harusnya mereka di cari dan
diharuskan untuk mendapatkan Pendidikan, tetapi tidak seperti itu
kenyataannya.
Sering sekali di setiap acara di televisi mengatakan bahwa saat
ini bangsa Indonesia sudah pintar, sudah cerdik. Tetapi apakah seperti
itu realitasnya. Masih tingginya animo masyarakat untuk menjadi
pegawai negeri sipil, banyaknya berita hoaks, tingginya praktek
korupsi, tingginya praktek politik uang dan rendahnya moral bangsa
menunjukan hal yang berlawanan dengan pendapat bahwa bangsa
Indonesia semakin pintar.
Hal ini terjadi bukan karena sistem Pendidikan yang tidak
baik, tetapi menurut saya adalah karena pemerataan Pendidikan yang
tidak baik. Hal yang sangat umum kita dengar bahwa Pendidikan di
kota akan lebih baik dari pada Pendidikan di daerah, Pendidikan di
sekolah favorit akan lebih baik dari pada sekolah biasa, Pendidikan
disekolah internasional akan lebih baih dari pada sekolah negeri dan
banyak hal lainnya yang secara langsung melihatkan ketidak
merataan Pendidikan di Indonesia.
Program untuk menyamakan kualitas Pendidikan di Indonesia
sudah banyak di lakukan sebelumnya seperti dengan pelaksanaan
ujian nasional, melakukan zonasi dan lain-lain. Tetapi apakah itu
sudah dapat meningkatkan pemerataan Pendidikan sampai saat ini.
Saya rasa belum.
186

