Page 333 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 333

4. Memutus penyelesaian sengketa proses pemilu apabila tidak tercapai
                    mufakat di antara para pihak yang bersengketa.


                 Permohonan  penyelesaian  sengketa  proses  pemilu  yang  terjadi  antara
                 peserta dengan penyelenggara pemilu dapat diajukan dengan cara:

                 1. Langsung,  yaitu  diajukan  ke  Sekretariat  Jenderal  Bawaslu,  Sekretariat
                    Bawaslu Provinsi, atau Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota; atau
                 2. Tidak langsung, yaitu diajukan melalui laman penyelesaian sengketa di
                    laman resmi Bawaslu dan Bawaslu Provinsi.


                 Berdasarkan  Pasal  7A  dan  7B  Peraturan  Bawaslu  No.  18  Tahun  2018,
                 Permohonan  penyelesaian  sengketa  proses  Pemilu  yang  diajukan  oleh
                 Parpol  calon  Peserta  Pemilu  dan/atau  Parpol  Peserta  Pemilu  dilakukan
                 dengan  ketentuan  untuk  tingkat  pusat  diajukan  oleh  Ketua  Umum  dan
                 Sekretaris Jenderal Partai atau sebutan lain, dan tingkat Provinsi diajukan
                 oleh  Ketua  dan  Sekretaris  tingkat  Provinsi  atau  sebutan  lain.  Sedangkan
                 tingkat  Kabupaten/Kota  diajukan  oleh  ketua  dan  Sekretaris  tingkat
                 Kabupaten/Kota atau sebutan lain.


                 Bakal calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang tidak
                 ditetapkan  sebagai daftar  calon  sementara  Anggota  DPR,  DPRD  Provinsi,
                 DPRD  Kabupaten/Kota  dapat  mengajukan  permohonan  penyelesaian
                 sengketa proses pemilu yang diwakili oleh Parpol sesuai tingkatannya. Bakal
                 Calon  Anggota  DPR,  DPRD  Provinsi,  dan  DPRD  Kabupaten/Kota  yang
                 tercantum dalam daftar calon sementara tidak ditetapkan oleh KPU, KPU
                 Provinsi,  dan  KPU  Kabupaten/Kota  sebagai  DCT  Anggota  DPR,  DPRD
                 Provinsi,  DPRD  Kabupaten/Kota  dapat  mengajukan  permohonan
                 penyelesaian  sengketa  proses  pemilu  yang  diwakili  oleh  Parpol  sesuai
                 tingkatannya.


                 Permohonan  diajukan  kepada  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu
                 Kabupaten/Kota secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan memuat:
                 1. Identitas Pemohon yang terdiri atas nama Pemohon, alamat Pemohon,
                    dan nomor telepon atau faksimile dengan dilampiri fotokopi kartu tanda
                    penduduk atau identitas kependudukan lainnya yang sah;
                 2. Identitas  Termohon  yang  terdiri  dari:  nama  Termohon,  alamat
                    Termohon, dan nomor telepon atau faksimile;

                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     317
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338