Page 334 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 334

3. Uraian yang jelas mengenai kewenangan menyelesaikan sengketa proses
              Pemilu;
           4. Kedudukan hukum Pemohon dalam penyelenggaraan Pemilu;
           5. Kedudukan hukum Termohon dalam penyelenggaraan Pemilu;
           6. Uraian yang jelas mengenai tenggang waktu pengajuan Permohonan;
           7. Penyebutan secara lengkap dan jelas objek sengketa proses Pemilu yang
              memuat kerugian langsung Pemohon atas objek yang disengketakan;
           8. Uraian alasan Permohonan sengketa proses Pemilu berupa fakta yang
              disengketakan yang disertai dengan uraian bukti yang akan diajukan; dan
           9. Hal yang dimohonkan untuk diputus.


           Permohonan  ditandatangani  oleh  Pemohon  dan/atau  kuasa  hukumnya
           disertai  bukti  dibuat  dalam  4  (empat)  rangkap  yang  terdiri  atas  1  (satu)
           rangkap copy dari asli yang dibubuhi materai dan telah dileges di kantor pos
           dan 3 (tiga) rangkap salinan serta dalam bentuk dokumen digital dengan
           format word yang disampaikan dalam unit penyimpanan data. Bukti disusun
           dalam daftar bukti sesuai dengan uraian Permohonan tertulis. Dalam hal
           Permohonan diajukan melebihi jangka waktu, Bawaslu, Bawaslu Provinsi,
           atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota  menyatakan  Permohonan  tidak  dapat
           diterima.  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota
           menyampaikan pemberitahuan secara tertulis dalam hal Permohonan tidak
           dapat diterima.


           Permohonan  disampaikan  paling  lama  3  (tiga)  hari  kerja  sejak  tanggal
           penetapan  Keputusan  KPU,  KPU  Provinsi,  atau  KPU  Kabupaten/Kota.
           Permohonan  tersebut  belum  pernah  diregister  pada proses  penanganan
           dugaan pelanggaran administratif pemilu dan penanganan dugaan tindak
           pidana  pemilu  kepada  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu
           Kabupaten/Kota. Permohonan tersebut bukan merupakan sengketa yang
           terjadi antara calon peserta Pemilu dalam satu Parpol (vide Pasal 12 ayat
           Peraturan Bawaslu No. 5 Tahun 2019).

           Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota  selanjutnya
           melakukan verifikasi materiil terhadap Permohonan penyelesaian sengketa
           proses  Pemilu  yang  telah  diregister.  Verifikasi  materiil  dilakukan  oleh
           Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota  dalam  proses
           Adjudikasi.



    318     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339