Page 18 - Makalah Bintang Laut
P. 18
2.3.4 Makanan, Pola Makan dan Pertumbuhan
Makanan larva planktonis Acanthaster planci terdiri dari fitoplankton (khususnya
pikoplankton, bakteri, dan bahan organik terlarut (Okaji et al.,1997: 47-50).
Acanthaster planci dewasa memangsa koral hidup, yaitu yang berbentuk staghorn dan
lempeng. Dapat juga koral massif dan koloni yang bercabang yang terdapat udang dan
kepiting kecil. Acanthaster planci juga memakan soft koral, alga, kerang, anemone laut,
dan hewan-hewan laut lainnya (jika koral hidup dalam jumlah terbatas).
Bintang laut umumnya adalah predator koral, terutama yang bercabang dan berbentuk
tabung seperti Acropora sp. Pada saat outbreak, bintang laut memangsa koral secara
bersama-sama, di mulai dari karang yang di dasar menuju ke permukaan. Selagi makan
mereka mensekresikan zat kimia yang menarik komunitas bintang laut lainnya ke area
terjadi pemangsaan, sampai akhirnya menjadi kelompok besar (Setyastuti, 2009 : 17-24).
2.4 Ayat Al-Qur‟an Tentang Bintang Laut
Q.S Al Fathir [35]: 12
Artinya : “ Dan tiada sama (antara) dua laut, yang ini tawar, segar, sedap, diminum dan
yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging
yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan
pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu
dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur (QS. Al Fathir [35] : 12).
2.5 Manfaat Bintang Laut
a. Bintang laut sering dianggap merugikan karena merupakan hewan predator.
b. Kelimpahan bintang laut meningkat karena tidak memiliki nilai ekonomis sehingga
faktor eksploitasi sangat rendah (Supono et al., 2012: 114-120).
c. Bahan makanan yang dapat di konsumsi.
14

