Page 16 - Makalah Bintang Laut
P. 16

Blastula,  menetas dari membran telur dan membentuk gelembung (blastophore) yang

                        kemudian terbentuk rongga disebut gastrula.


                        Dipleurula,  bagian kanan dan kiri hidroenterocoel  membentuk  kantung-kantung  yang
                        terbuka  keluar    dari  tepi  blastophore  (archenteron=  usus  embrio)  pada  saat  proses

                        gastrulasi. Kantung-kantung ini membentuk bagian anterior dan posterior yang nantinya

                        akan berfusi dengan bagian ektoderm untuk membentuk hydropore (lobe=kantung).


                              Auricularia dan Bipinnaria, adalah larva yang hidup sebagai plankton, sehingga
                        pergerakannya  mengikuti  pergerakan  arus.  Kantung  bersilia  akan  membentuk  lengan

                        dan memanjang;  setiap kantung membentuk  podium primer dan akhirnya membentuk
                        radial water canal. Silia sebagai alat gerak larva dan untuk mengambil makanan dengan

                        cara  menjebak  plankton,  kemudian  memasukannya  langsung  ke  dalam  mulut.
                        Metamorfosis:  setelah  mengapung  selama  2-3  minggu,  larva  kecil  akan  mulai

                        bermetamorfosis ke tahap brachiolaria (memiliki 3 anterior yang menyembul). Larva

                        pada tahap ini memiliki daya apung negatif, sehingga turun ke dasar laut, biasanya di
                        kawasan  terumbu  karang.  Diduga  larva  brachiolaria  menggunakan  „aroma‟  alga

                        berkapur  sebagai  tanda-tanda  untuk  turun  menempel  pada  terumbu  karang.  Setelah
                        menempel di  dasar terumbu,  dimulailah kehidupan sebagai  bentos  bagi    Acanthaster

                        planci. Penempelan larva Acanthaster planci kemungkinan terjadi di tempat yang dalam

                        karena  pemangsaan  karang  oleh  Acanthaster  planci  biasanya  dimulai  dari  karang  di
                        tempat  yang  dalam.  Selama  24  jam  pertama,  terjadi  tahapan  perubahan  yang  radikal.

                        Setelah beberapa kontraksi, benjolan di bagian samping akan muncul membentuk kaki
                        tabung.  Tahap  ini  diikuti  oleh  beberapa  perubahan  internal  secara  bertahap

                        [pembentukan  jantung,  penutupan  anus  (yang  mana  akan  dibuka  kembali  setelah

                        metamorfosis sempurna), pembentukan sistem  saraf, rongga oral dan aboral dipisahkan
                        oleh mesentry, dan terakhir adalah sekresi spikula dari jaringan mesenkim yang terurai

                        menjadi  bentuk  lempeng  dan  diakhiri  dengan  pembentukan  ossikel  dewasa].  Tahap
                        terakhir  ini  menandakan  bahwa  Acanthaster  planci  telah  matang  dan  mandiri.

                        Acanthaster planci menjadi matang secara seksual pada akhir tahun ke dua, dan menjadi
                        pemakan  polip  karang  yang  cepat,  hanya  membutuhkan  3-4  tahun  bagi  Acanthaster

                        planci untuk mencapai ukuran yang umum yaitu 30 cm (Setyastuti, 2009 : 17-24).


                                                             12
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21