Page 12 - Makalah Bintang Laut
P. 12
Bintang laut ini dilaporkan pertama kali dari sampel hewan di Indonesia oleh
George Rumphius pada tahun 1705, yang 50 tahun kemudian di deskripsikan Linnaeus
pada tahun 1758 (MORAN,1990; LANE, 1996), sehingga diperkirakan A.planci memang
merupakan biota asli Indonesia.
Struktur tubuh Acanthaster planci berbentuk radial simetris, dengan bagian oral
(mulut) menghadap ke bawah, sedangkan bagian aboral menghadap ke atas. Tubuhnya
terlihat seperti kaku dan keras tapi bisa melengkung, memilin atau berkelok-kelok
mengikuti kontur karang yang dihinggapinya untuk dimakan. Duri bintang laut ini
diketahui beracun, dapat menyebabkan luka yang serius bila terkena kulit manusia
(Setyastuti, 2009 : 17-24).
Gambar 3: Bintang laut mahkota duri Acanthaster planci
Sumber: yusuf-sumatrabarat.blogspot.com
2.3.1 Klasifikasi dan Distribusi
Bintang laut adalah biota yang soliter dan memiliki kemampuan mengatur jarak
yang konstan antar individu dalam satu species (Clark & Rowe, 1971). Secara sistematika
bintang laut ini di klasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Echinodermata
Kelas : Asteroidea
8

