Page 14 - Makalah Bintang Laut
P. 14
2.3.2 Anatomi dan Toksisitas
Struktur tubuh Acanthaster planci sama dengan struktur umum dari Asteroidea.
Badan berbentuk radial simetris, dengan tubuh mirip cakram bersumbu oral dan aboral
yang mempunyai lengan-lengan. Bagian oral (mulut) menghadap ke bawah, sedangkan
bagian aboral menghadap ke atas. Di bagian aboral terdapat madreporit dan anus. Lubang
madreporit berjumlah 6-13, sedangkan lubang anus berjumlah 1-6 buah. Bintang laut
Acanthaster planci mempunyai lengan antara 7-23 buah (umumnya antara 14-18).
Tubuhnya terlihat seperti kaku dan keras tetapi bias melengkung, memilin atau berkelok-
kelok mengikuti kontur karang yang dihinggapinya untuk dimakan. Kulitnya merupakan
membran yang sensitif, digunakan untuk mengekstrasi oksigen dari air laut (Madl, 2002).
Duri bintang laut ini diketahui beracun karena mengeluarkan neurotoksin. Tidak
hanya menyebabkan luka yang serius bila terkena kulit manusia, tetapi juga
mengakibatkan rasa pusing selama berjam-jam disertai mual dan muntah. Biasanya
bagian yang terluka karena duri tersebut akan berubah warna menjadi kebiruan
(erythema) dan kemudian meradang (edema). Bengkak kemudian akan terjadi selama
beberapa hari sampai beberapa minggu. Duri yang masuk ke dalam kulit tersebut
kemungkinan hancur dan potongan-potongan duri yang hancur tersebut mungkin akan
tertanam di dalam kulit, hal ini akan menyebabkan terjadinya infeksi dan meningkatkan
toksisitas.
10

