Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JULI 2021
P. 12

diterima  dan  disahkan,  perusahaan  harus  melengkapi  sejumlah  syarat  terkait  program
              kesejahteraan pekerja/buruh.
              Misalnya,  kata  dia,  apakah  perusahaan  sudah  terdaftar  pada  Badan  Penyelenggara  Jaminan
              Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Jaminan Sosial dalam Hubungan Kerja di
              Luar  Jam  Kerja  (JSHK).  "Itulah  mengapa  WLKP  daring  dapat  menjadi  indikator  apakah
              perusahaan telah melaksanakan program kesejahteraan bagi pekerja/buruh secara baik atau
              belum," ucapnya.

              Haiyani  mengimbuhkan,  pelaporan  "  ketenagakerjaan  secara  daring  wajib.  dilakukan  supaya
              perusahaan terhindar dari sanksi. Perusahaan yang lalai melaporkan data-data ketenagakerjaan,
              ia  menegaskan,  akan  dikenai  hukuman  berupa  kurungan  maksimal  tiga  bulan  atau  denda
              maksimal Rp1 juta.

              "Maka dari "itu," perusahaan wajib melaksanakan Wajib Lapor Ketenagakerjaan dengan "teratur,
              paling lambat 30 hari sebelum memindahkan, menghentikan, atau membubarkan perusahaan,"
              kata Haiyani.

              Dokumen Wajib Lapor Ketenagakerjaan 'menjadi salah satu persyaratan wajib yang ditetapkan
              oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan  sebelum  perusahaan  dapat  mengajukan  permohonan
              menggunakan Tenaga Kerja Asing Tanpa adanya dokumen Wajib Lapor Ketenagakerjaan, maka
              dapat dipastikan perusahaan tidak bisa mengajukan permohonan izin Tenaga Kerja Asing.

              Haiyani lantas menguraikan tata cara pelaporan melalui laman resmi WLKP daring di alamat
              https://wajiblapor. kemnaker.go.id/. Infofinasi pertama yang wajib dilaporkan oleh perusahaan
              adalah profil pengguna. Profil ini berisikan alamat surat elektronik dan kata kunci yang akan
              digunakan untuk login di aplikasi WLKP. Selain itu, perusahaan juga diminta mengisi data-data
              lain seperti nama - lengkap, nomor Kartu Tanda Penduduk, dan alamat pengurus perusahaan.
              ts Informasi kedua "adalah. profil perusahaan.

              Ia menjelaskan, perusahaan dapat mendaftar dalam dua -pilihan, yaitu sebagai kantor pusat
              atau  kantor  cabang.  Jika  mendaftar  sebagai  kantor  pusat,  perusahaan  dapat  menambahkan
              kantor cabang setelah proses registrasi selesai.

              Sedangkan jika mendaftar sebagai kantor cabang, maka perusahaan hanya perlu menambahkan
              kantor pusat ketika proses registrasi selesai. 1 2. Berikutnya ialah informasi perihal legalitas
              perusahaan.  Menurut  Haiyani,  dokumen  legal  perusahaan  yang  perlu  dicantumkan  di  dalam
              formulir  WLKP  daring  adalah  Nomor  Surat  Izin  Usaha  Perdagangan,  Nomor'  Tanda  Daftar
              Perusahaan, Nomor Akta Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak perusahaan, nama dan alamat
              pemilik perusahaan, serta nama dan alimat pengurus perusahaan seperti direktur utama dan
              direktur.

              Selanjutnya,  kata  "dia,  perusahaan  harus  mengisi  data  status  perusahaan.  Berdasarkan
              kepemilikannya,  perusahaan  bisa  berstatus  sebagai  perusahaan  umum,  persero,  swasta,
              perusahaan daerah, koperasi, yayasan, patungan, atau perseorangan. Sedangkan berdasarkan
              pemodalannya, perusahaan bisa berstatus sebagai penanaman modal dalam negeri, penanaman
              modal asing, joint venture, atau swasta nasional.

              Informasi berikutnya yang "harus dicantumkan adalah ngfara asal perusahaan, apakah dari "
              Indonesia  atau  negara  lain.  Selanjutnya  tentu  saja  data  ketenagakerjaan,  baik  tenaga  kerja
              Indonesia  atau  tenaga  kerja  asing.  Tidak  hanya  itu,  perusahaan  mesti  mencantumkan
              kepesertaan di program jaminan sosial ketenagakerjaan, dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan.

              "Jika perusahaan tidak memberikan jaminan Bpjs Ketenagakerjaan, perusahaan akan dikenai
              denda atau sanksi oleh pemerintah," kata Haiyani.


                                                           11
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17