Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 101

"Kemampuan perusahaan pascapandemi Covid-19 menjadi pertimbangan utama yang dijadikan
              acuan dalam menentukan THR tahun ini," ujar Adi ketika dihubungi, Senin (5/4/2021).
              Sejauh  ini,  belum  ada  informasi  publik  mengenai  kondisi  rill  serta  spesifik  terkait  dengan
              kemampuan  bayar  THR  perusahaan-perusahaan  di  Tanah  Air.  Hasil  pemeriksaan  Pengawas
              Ketenagakerjaan  disebut  belum  diserahkan  oleh  Kemenaker  kepada  pemangku  kepentingan
              lainnya.

              Selain itu, lanjutnya, perkembangan pembahasan THR antara pemerintah, korporasi, dan serikat
              pekerja  sejauh  ini  belum  membahas  hal-hal  substansial.  Melainkan,  hanya  sekedar
              bersinggungan dalam pembahasan utama mengenai program kerja secara keseluruhan.

              Berdasarkan  informasi  dari  Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Hariyadi
              Sukamdani, sebagian besar perusahaan di Tanah Air masih berjuang untuk lepas dari dampak
              pandemi Covid-19 dan tidak menutup kemungkinan ketidakmampuan bayar seperti 2020 akan
              terjadi kembali.
              Berdasarkan data Posko pengaduan THR Kementerian Ketenagakerjaan, tercatat sebanyak 336
              perusahaan  diadukan  oleh  453  pengaduan  yang  berasal  dari  pekerja/buruh  pada  2020.
              Perusahaan-perusahaan  tersebut  dilaporkan  karena  dianggap  melakukan  pelanggaran
              pembayaran THR.
              Lebih terperinci, dari 453 pengaduan pembayaran THR tersebut, sebanyak 146 pengaduan akibat
              THR belum dibayarkan, 3 pengaduan THR belum disepakati, 78 pengaduan akibat THR terlambat
              bayar, dan 226 pengaduan akibat THR tidak dibayarkan.

              Terkait dengan hal tersebut, sejauh ini belum ada tindakan lebih lanjut oleh Kemenaker.

              Bisnis sudah menghubungi Kemenaker menanyakan perihal tersebut, sampai dengan berita ini
              dituliskan belum mendapatkan respons.








































                                                           100
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106