Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 105

Ringkasan

              Pemerintah meminta pengusaha membayar tunjangan hari raya (THR) tahun ini kepada pegawai
              secara penuh. Namun, kalangan buruh mendesak permintaan itu jangan hanya sekedar jargon.
              "Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," kata
              Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah bertemu perwakilan Kamar
              Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (1/4/2021), dikutip dari Antara.



              AIRLANGGA MINTA THR DIBAYAR PENUH, BURUH: JANGAN HANYA JARGON

              Pemerintah meminta pengusaha membayar tunjangan hari raya (THR) tahun ini kepada pegawai
              secara penuh. Namun, kalangan buruh mendesak permintaan itu jangan hanya sekedar jargon.

              "Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," kata
              Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah bertemu perwakilan Kamar
              Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (1/4/2021), dikutip dari Antara.

              Menurut  Ketua  Penanganan  Covid-19  dan  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  (KPC-PEN)  ini,
              permintaan pemerintah ini muncul lantaran pengusaha sudah diberikan sejumlah stimulus Covid-
              19. Selain itu, pemerintah juga telah melaksanakan program vaksinasi massal.

              Pemerintah pada 2020 mengizinkan pengusaha menunda atau mencicil pembayaran THR bagi
              karyawannya. Meski begitu, pembayaran tunjangan tersebut tetap harus diselesaikan pada akhir
              tahun.  Kebijakan  ini  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/6/HI.00.01/V/2020.

              Pernyataan Airlangga ini ditanggapi dengan hati-hati oleh Kementerian Ketenagakerjaan. "Kami
              melihat kira-kira (sektor usaha) yang terdampak masih ada atau nggak, atau bahkan mungkin
              sebetulnya sudah tumbuh dan sudah tidak ada persoalan untuk memberikan THR sekaligus,"
              kata  Sekretaris  Jenderal  Kementerian  Ketenagakerjaan,  Anwar  Sanusi,  kepada  Lokadata.id,
              Senin (5/4) sore.

              Menurut Anwar, opsi kebijakan THR tahun lalu bisa dicicil masih dibuka lantaran pemerintah
              ingin memberikan ruang kepada sektor usaha yang terdampak. "Persoalannya mungkin buruh
              butuh  THR-nya  cepat.  Kalau  dicicilnya  kelamaan  kan  nanti  sudah  enggak  terlalu  relevan,"
              katanya.
              Dia  menambahkan,  sejauh  ini  pemerintah  telah  menggelar  forum  tripartit  bersama  asosiasi
              pengusaha dan kalangan buruh untuk kebijakan THR tahun ini. Menurutnya, pemerintah akan
              memutuskan kebijakan tersebut paling lambat awal Ramadan nanti.

              Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Bob Azzam mengatakan, pelaku usaha
              meminta kebijakan pembayaran THR disesuaikan dengan kondisi sektor usaha masing-masing.
              Dia menyebut, bagi sektor usaha yang pulih misalnya, "tidak ada alasan untuk menunda THR",
              sesuai dengan imbauan Menko Perekonomian.

              Namun, kata Bob, bagi sektor yang masih terdampak seperti pariwisata, hotel, angkutan darat,
              ritel,  dan  manufaktur,  pengusaha  berharap  ada  pelonggaran.  Menurutnya,  pelaku  usaha
              meminta  bagi  sektor  yang  belum  pulih  ini  bisa  diberi  kesempatan  untuk  membicarakan
              pembayaran THR secara bipartit.
              "Saya  rasa  dalam  situasi  non  pandemi  pun  bagi  perusahaan  yang  nggak  mampu  juga  bisa
              dibicarakan. Sedangkan bagi yang mampu diharapkan dapat melaksanakan THR dengan baik,"
              kata Bob kepada Lokadata.id.

                                                           104
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110