Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 178

Saat ini Menko Perekonomian ikut-ikutan menyerukan agar pengusaha membayar THR 2021
              tanpa dicicil, padahal Pak Airlangga mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan pengusaha untuk
              membayarkan THR, apalagi di masa pandemi ini.

              "Saya  menduga  ada  beberapa  alasan  seruan  ini  dilontarkan  Pak  Airlangga.  Pertama,  Pak
              Airlangga  berharap  THR  yang  diterima  pekerja  tanpa  dicicil  akan  dibelanjakan  pekerja  dan
              keluarganya sehingga akan mendukung konsumsi masyarakat guna mendukung pertumbuhan
              ekonomi di semester I 2021. Agar pertumbuhan ekonomi menjadi positif. Tentunya ini menjadi
              alasan yang baik untuk mendukung kinerja Menko Perekonomian," kata Timboel.

              Kedua,  Menko  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  duduga  sedang  memancing  dukungan  dari
              kalangan pekerja dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) untuk dirinya dan Partai Golkar. Ini
              dilakukan untuk memulihkan image Pak Airlangga dan Partai Golkar di mata pekerja dan SP/SB.

              Seperti kita ketahui, selama proses pembahasan UU Cipta Kerja hingga pembahasan berbagai
              peraturan  turunannya  yakni  Peraturan  Pemerintah  (PP)  dan  Peraturan  Presiden,  Airlangga
              menjadi penanggung jawab utama yang "mengatur" pasal demi pasal sehingga terlahir di UU
              Cipta Kerja dan di empat PP di klaster ketenagakerjaan, yang isinya sangat merugikan pekerja.

              "Ini alasan politis yang coba dimainkan Pak Airlangga, namun kalangan SP/SB tidak akan mudah
              melupakan peran Pak Airlangga di UU Cipta Kerja dan regulasi turunannya." Menurut Timboel,
              yang  diperlukan  oleh  kalangan  pekerja  bukan  seruan-seruan  tanpa  makna  tersebut,  tetapi
              bagaimana  Menteri  Ketenagakerjaan  mampu  memperbaiki  kualitas  peran  pengawas
              ketenagakerjaan untuk melakukan penegakkan hukum bagi pengusaha yang melanggar THR.

              "Saya  mendesak  Menteri  Ketenagakerjaan  mengeluarkan  perintah  kepada  seluruh  Pengawas
              Ketenagakerjaan di tingkat Pusat dan Daerah melakukan pengawasan langsung ke perusahaan-
              perusahaan untuk memastikan pengusaha di pertengahan April ini sudah menganggarkan dana
              THR yang akan dibayarkan H-7. Pengawas Ketenagakerjaan harus bersikap proaktif, jangan lagi
              pasif menunggu di belakang meja." Dalam masa pandemi ini bagi perusahaan yang memang
              cash flow-nya benar-benar tidak mampu membayar THR secara langsung dan kondisi ini sudah
              diperiksa  oleh  Pengawas  Ketenagakerjaan,  maka  Pengawas  Ketenagakerjaan  segera
              berkomunikasi  dengan  pekerja  atau  SP/SB  tentang  kondisi  ini  dan  mendorong  pengusaha
              membicarakan  skema  pembayaran  THR  dengan  pekerja  atau  SP-SB,  dan  dituangkan  dalam
              Perjanjian Bersama.

              Dengan adanya Perjanjian Bersama ini maka Pengawas Ketenagakerjaan terus memantau dan
              memastikan skema pembayaran THR benar-benar dilaksanakan oleh pengusaha. Bila pengusaha
              melanggar  Perjanjian  Bersama  maka  Pengawas  Ketenagakerjaan  harus  tegas  dan  segera
              memprosesnya secara hukum.

              Kalangan pekerja dan SP/SB berharap Menteri Ketenagakerjaan benar-benar serius memperbaiki
              kinerja Pengawas Ketenagakerjaan sehingga masalah THR tidak menjadi masalah tahunan bagi
              pekerja.

              Sebaiknya,  ujar  dia,  Pak  Airlangga  juga  meminta  agar  Menteri  Ketenagakerjaan  serius
              memperbaiki kinerja Pengawas Ketenagakerjaan dan mendesak Menteri Ketenagakerjaan tidak
              ragu membawa pengusaha yang melanggar pembayaran THR ke ranah hukum.***.










                                                           177
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183