Page 175 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 175

Dia mengungkapkan bahwa 50-an pabrik itu bila ditotal mempekerjakan 10 ribu buruh. Pihaknya
              memperkirakan bisa saja buruh yang belum menerima THR sebagaimana mestinya lebih banyak
              dari itu, tapi tidak terdata.



              GIMANA NIH.THR 10 RIBU BURUH SEPATU DAN TEKSTIL BELUM DIBAYAR LUNAS

              Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang membawahi industri tekstil, garmen, dan sepatu mencatat
              sekitar 50 perusahaan belum melunasi pembayaran tunjangan hari raya ( THR ) 2020. Sebanyak
              10 ribu bur "Persoalan berapa perusahaan yang belum melakukan pembayaran tentang THR,
              data yang ada di internal SPN masih ada 50 perusahaan, itu yang melaporkan, padahal teman-
              teman  tahu  tidak  seluruh  persoalan  yang  ada  terlaporkan  sampai  ke  tingkat  pusat,"  kata
              Sekretaris Umum DPP SPN Ramidi dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4/2021).

              Dia mengungkapkan bahwa 50-an pabrik itu bila ditotal mempekerjakan 10 ribu buruh. Pihaknya
              memperkirakan bisa saja buruh yang belum menerima THR sebagaimana mestinya lebih banyak
              dari itu, tapi tidak terdata.

              "Nah,  yang  ada  saja  sudah  50  perusahaan  yang  tidak  membayar,  itu  jumlahnya  mencapai
              dengan  10  ribu  orang,  bagaimana  dengan  yang  lain-lain  yang  tidak  melakukan  pelaporan?"
              ujarnya.

              Dia menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan persoalan itu ke Kementerian Ketenagakerjaan
              (Kemnaker) hingga Kantor Staf Presiden (KSP).

              "SPN punya data ya, ada data COVID bahwa sampai hari ini, bahkan Februari 2021 masih banyak
              perusahaan yang belum membayar lunas cicilan THR. Ini sudah kita sampaikan ke beberapa
              pihak, banyak pihak ya, ke Kementerian Ketenagakerjaan, kemudian bahkan kita melalui Kantor
              Staf Presiden, kita sudah sampaikan juga kepada para pihak," jelasnya.

              Pada kesempatan yang sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
              menjelaskan, melihat kondisi tahun lalu di mana THR banyak yang belum dilunasi perusahaan,
              pihaknya meminta pemerintah tidak membiarkan THR tahun ini dicicil lagi.

              "Sekarang mau dicicil lagi? kapan mau dilunasinya, kapan? oleh karena itu kita minta tidak ada
              lagi yang namanya mencicil untuk membayar THR sebagaimana yang sudah disampaikan oleh
              Menko Perekonomian," tambahnya.
              Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta
              tahun  ini  THR dibayar penuh  karena  pemerintah  dinilai  sudah  memberikan  dukungan  dalam
              berbagai bentuk. Kebijakan pemerintah yang terkait dengan penanganan COVID-19 disebutnya
              akan diteruskan di samping melaksanakan program vaksinasi.
              Seperti  untuk  pengusaha  sektor  pariwisata  khususnya  hotel,  restoran  dan  kafe  (Horeka),
              pengusaha bisa memanfaatkan fasilitas relaksasi kredit penambahan modal kerja dengan sistem
              penjaminan yang akan disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara dan Bank Pembangunan
              Daerah (BPD).

              "Tahun lalu THR dicicil, saya minta tahun ini dibayar secara penuh. Kita harus komitmen," kata
              Airlangga  dalam  pertemuan  dengan  24  perwakilan  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)
              Indonesia, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (2/4/2021).





                                                           174
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180