Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 172
BURUH AKAN GELAR AKSI UNJUK RASA BESAR-BESARAN PEKAN DEPAN, APA SAJA
TUNTUTANNYA?
. Para serikat buruh akan menggelar aksi unjuk rasa yang melibatkan puluhan ribu buruh di lebih
dari 20 provinsi pada Senin (12/4).
"Mengapa kita perlu melakukan aksi 1 hari menjelang puasa, karena pandemi Covid-19 tidak
memungkinkan aksi terus menerus dalam menyuarakan kepentingan buruh," ujar Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam konferensi pers, Senin (5/4).
Dia juga mengatakan terdapat tuntutan dalam aksi yang akan digelar ini.
, meminta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan atau mencabut Undang-
Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.
, meminta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2021 tetap diberlakukan dan
pembayaran THR penuh dan tidak dicicil. Menurut Said, tuntutan pembayaran THR secara penuh
sesuai dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Menko Perekonomian mengatakan sudah saatnya tahun ini pengusaha diminta untuk membayar
THR kepada buruh secara penuh, tidak lagi dicicil, karena beliau juga mengatakan bahwa
pemerintah sudah memberikan stimulus-stimulus dan bahkan sudah memberikan relaksasi,"
terangnya.
Tak hanya dilakukan di 20 provinsi, aksi juga akan dilakukan di sekitar 1.000 perusahaan. Buruh
yang terlibat mulai dari sektor logistik, tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman,
pariwisata, media, percetakan, farmasi, pertambangan, tenaga honorer dan lain sebagainya.
Dia menerangkan, bentuk aksi yang dilakukan yakni akan ada perwakilan buruh yang datang ke
MK sebagai simbol penolakan dari UU Cipta Kerja, ada perwakilan yang melakukan aksi di kantor
gubernur, atau kantor bupati/walikota di daerah masing-masing.
Provinsi-provinsi yang melakukan aksi mulai dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Yogyakarta, Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Lampung,
Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi
Barat, Maluku, NTB dan beberapa provinsi lainnya.
"Sangat meluas aksi yang kami rencanakan di 12 April, dari sisi jumlah yang mengikuti aksi
puluhan ribu orang, dari sisi jumlah perusahaan ada 1.000-an, dari sisi sebaran provinsi ada 20
provinsi, dan dari sebaran kabupaten/kota lebih dari 150 kabupaten/kota," ujarnya.
Sementara itu, Said juga mengatakan para buruh yang melakukan aksi di 1.000
pabrik/perusahaan pun tidak akan keluar dari perusahaan. Mereka akan melakukan aksi di dalam
perusahaan.
"Ukurannya adalah pagar pabrik, begitu dia masuk pagar pabrik itu sudah berlaku protokol
kesehatan di pabrik-pabrik dan perusahaan masing-masing. dengan demikian tidak ada
pelarangan ketika para buruh menggunakan hak konstitusionalnya, dengan didahului
pemberitahuan ke pihak kepolisian, bahwa akan ada aksi 12 April," ujarnya.
Meski melakukan aksi unjuk rasa, Said memastikan bahwa aksi ini mengikuti protokol kesehatan
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Menurutnya, seluruh buruh siap melakukan rapid
antigen mengikuti protokol kesehatan, wajib memakai masker, membawa hand sanitizer
menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan lain.
171

