Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 168

Sebelumnya,  Presiden  RI  Joko  Widodo  mengesahkan  Inpres  Nomor  2  Tahun  2021  tentang
              Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).
              Inpres itu ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 Menteri, Jaksa Agung, tiga
              Kepala Badan termasuk Ketua DJSN tingkat pusat, 34 Gubernur, 416 Bupati dan 98 Walikota
              yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

              Mereka diinstruksikan agar mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang
              masing-masing dalam mendukung program Jamsostek, seperti membuat regulasi pendukung
              termasuk pengalokasian anggaran masing-masing.

              Dalam  inpres  tersebut,  Presiden  menegaskan  bahwa  seluruh  pekerja  penerima  upah,  bukan
              penerima  upah,  pekerja  migran,  dan  pegawai  pemerintah  non-aparatur  sipil  negara  serta
              penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

              Gedung  BPJAMSOSTEK  Erafzon  Saptiyulda  AS/ho  bpjamsostek)  Termasuk  di  dalamnya
              penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung dengan memberi sanksi kepada badan usaha atau
              pemberi kerja jika terbukti tidak patuh dalam mengimplementasikan program Jamsostek.

              Presiden secara khusus juga meminta Menko PMK untuk memberikan laporan pelaksanaan inpres
              secara berkala setiap 6 bulan.

              BPJAMSOSTEK  segera  mempersiapkan  sistem  administrasi,  prasarana  dan  sarana  yang
              dibutuhkan serta seluruh personel BPJAMSOSTEK untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan
              pemangku kepentingan di seluruh Indonesia "Ini pekerjaan besar. Kami juga memastikan telah
              menyelesaikan  semua  pekerjaan  rumah  kami,  seperti  meningkatkan  pelayanan  dengan
              mengedepankan digitalisasi dan terus mengedukasi seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya
              pemangku kepentingan pemerintahan," ujarnya.

              Anggoro  menyatakan  perlu  sosialisasi  masif  karena  pengetahuan  mengenai  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan  dan  BPJAMSOSTEK  sebagai  lembaga  penyelenggaranya  harus  terus  dijaga
              konsistensinya.

              "Semoga dengan adanya Inpres ini dapat menjadi titik terang perkembangan jaminan sosial
              ketenagakerjaan yang menyeluruh dan merata bagi seluruh pekerja Indonesia dalam mencapai
              kesejahteraan," ujarnya.

              .



























                                                           167
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173