Page 166 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 166

Dalam  inpres  tersebut  presiden  menegaskan  bahwa  seluruh  pekerja  penerima  upah,  bukan
              penerima upah, Pekerja Migran Indonesia atau TKI, serta pegawai pemerintah non-aparatur sipil
              negara dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BP Jamsostek.

              Sedangkan  upaya penegakan  kepatuhan  kepada  badan  usaha  atau pemberi  kerja, termasuk
              menjatuhkan sanksi jika ada yang terbukti tidak patuh dalam mengimplementasikan program
              Jamsostek menjadi tugas Jaksa Agung yang juga termasuk sebagai pelaksana Inpres 2/2021
              tersebut.

              Presiden  Jokowi  secara  khusus  juga  meminta  Menko  PMK  untuk  memberikan  laporan
              pelaksanaan inpres secara berkala setiap 6 bulan.

              Direktur  Utama  BP  Jamsostek,  Anggoro  Eko  Cahyo,  menyambut  baik  Inpres  ini  serta  akan
              memastikan seluruh jajarannya untuk berkoordinasi secara proaktif, juga berkolaborasi dengan
              seluruh  kementerian/lembaga  dan  pimpinan  daerah  serta  Kejaksaan  Agung  untuk  mengawal
              implementasinya.
              BP Jamsostek segera bergerak mempersiapkan sistem administrasi, prasarana dan sarana yang
              dibutuhkan serta seluruh personil BP Jamsostek untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan
              stakeholder di seluruh Indonesia.

              "Ini  pekerjaan  besar  bagi  kita  semua.  Kami  juga  memastikan  telah  menyelesaikan  semua
              pekerjaan rumah kami, seperti meningkatkan pelayanan dengan mengedepankan digitalisasi.
              Juga terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya stakeholder
              pemerintahan," tegas Anggoro dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

              Anggoro menambahkan bahwa sosialisasi masif dipandang perlu karena pengetahuan mengenai
              Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan BP Jamsostek sebagai lembaga penyelenggaranya harus
              terus dijaga konsistensinya.

              "Semoga dengan adanya Inpres ini dapat menjadi titik terang perkembangan jaminan sosial
              ketenagakerjaan yang menyeluruh dan merata bagi seluruh pekerja Indonesia dalam mencapai
              kesejahteraan," ujar Anggoro.



































                                                           165
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171