Page 210 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 210
farmasi, kesehatan, kimia, energi, pertambangan, semen, elektronik, otomotif, hingga pekerja
honorer.
SIAP-SIAP MACET! BURUH BAKAL DEMO BESAR-BESARAN SENIN DEPAN
Para serikat buruh akan kembali melanjutkan aksi menolak Undang-undang Nomor 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja. Aksi dilakukan dengan melakukan demo besar-besaran di lebih dari
20 provinsi di Indonesia. Aksi dilakukan Senin 12 April 2021.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan demo diikuti oleh
buruh sektor industri mulai dari logistik, tekstil, garmen, sepatu, makanan-minuman, percetakan,
penerbitan, pariwisata, farmasi, kesehatan, kimia, energi, pertambangan, semen, elektronik,
otomotif, hingga pekerja honorer.
"Bentuk aksinya ada perwakilan yang tanggal 12 April datang ke Mahkamah Konstitusi sebagai
simbol penolakan Omnibus Law. Dan di daerah-daerah ada perwakilan yang datang ke kantor
gubernur atau kantor bupati/walikota di daerahnya masing-masing," kata dia dalam konferensi
pers virtual, Senin (5/4/2021).
Aksi tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Aceh,
Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, NTB dan beberapa
provinsi lainnya.
"Sangat meluas aksi yang kami rencanakan pada tanggal 12 April ini, dari sisi jumlah yang
mengikuti aksi puluhan ribu orang, dari sisi perusahaan atau pabrik ada seribuan, dari sisi
sebaran provinsi ada 20 provinsi, dari kabupaten kota lebih dari 150 kabupaten/kota yang
meluas," sebutnya.
Dia memastikan, aksi akan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya tidak akan
melanggar ketentuan-ketentuan Satgas COVID-19 dan aparat keamanan. Para buruh yang akan
melakukan aksi siap melakukan rapid test antigen dan protokol kesehatan lainnya.
"Jumlah massa sesuai dengan yang diizinkan, misal diizinkan 100 ya kami 100, diizinkan 50 orang
ya 50," jelas Iqbal.
Aksi juga akan dilakukan di 1.000 lebih pabrik dan dipastikan dilakukan di dalam lingkungan
pabrik tanpa melanggar protokol kesehatan.
"Karena yang sudah masuk perusahaan itu kan bekerja, sampai hari ini para buruh Indonesia
masih bekerja di pabrik, perusahaan, perkantoran. Ukurannya adalah pagar pabrik. Begitu dia
masuk pagar pabrik itu sudah berlaku protokol kesehatan di pabrik-pabrik dan perusahaan
masing-masing," paparnya.
"Dengan demikian tidak ada alasan pelarangan ketika para buruh menggunakan hak
konstitusionalnya dengan didahului pemberitahuan kepada pihak kepolisian bahwa akan ada aksi
12 April, lokasinya di lingkungan perusahaan di dalam pabrik. Kan sudah masuk dalam protokol
kesehatan. Kalau dilarang berarti orang yang sedang bekerja disuruh pulang juga dong," tambah
Iqbal.
Simak juga 'Saat Pengunjuk Rasa Myanmar Suarakan Anti-Kudeta Lewat Telur Paskah':.
209

