Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 205

Judul               Begini Alur Proses PHK Sesuai UU Cipta Kerja
                Nama Media          hukumonline.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt606aa597aeace/begini-
                                    alur-proses-phk-sesuai-uu-cipta-kerja
                Jurnalis            Ady Thea DA
                Tanggal             2021-04-05 12:00:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              negative  -  Sugeng  Santoso  (Hakim  Ad  Hoc  PHI  pada  MA  RI)  Sekarang  PHK  tidak  perlu  lagi
              didahului  penetapan  dari  lembaga  penyelesaian  perselisihan  hubungan  industrial,  pengusaha
              hanya perlu memberitahukan maksud dan alasan PHK kepada buruh. Perundingan baru bisa
              dilakukan jika buruh menolak PHK



              Ringkasan

              UU No.11 Tahun 2020 t entang Cipta Kerja banyak memberi kemudahan bagi dunia usaha untuk
              menjalankan  kegiatannya,  termasuk  dalam  bidang  hubungan  industrial.  Misalnya,  dalam
              perubahan Pasal 151 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan melalui UU Cipta Kerja
              membolehkan pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa didahului oleh
              penetapan  dari  lembaga  penyelesaian  perselisihan  hubungan  industrial  atau  Pengadilan
              Hubungan  Industrial  (PHI).  UU  Cipta  Kerja  mengatur  dalam  hal  PHK  tidak  dapat  dihindari,
              maksud dan alasan PHK diberitahukan oleh pengusaha kepada buruh dan/atau serikat buruh.
              Sebelumnya dalam Pasal 151 UU Ketenagakerjaan mengatur jika semua upaya telah dilakukan,
              tetapi PHK tidak dapat dihindari, maka PHK wajib dirundingkan oleh pengusaha dan serikat buruh
              atau dengan buruh bila buruh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat buruh. Jika
              perundingan  itu  tidak  menghasilkan  persetujuan  (kesepakatan),  pengusaha  hanya  dapat
              melakukan  PHK  setelah  memperoleh  penetapan  dari  lembaga  penyelesaian  perselisihan
              hubungan industrial.



              BEGINI ALUR PROSES PHK SESUAI UU CIPTA KERJA
              UU No.11 Tahun 2020 t entang Cipta Kerja banyak memberi kemudahan bagi dunia usaha untuk
              menjalankan  kegiatannya,  termasuk  dalam  bidang  hubungan  industrial.  Misalnya,  dalam
              perubahan Pasal 151 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan melalui UU Cipta Kerja
              membolehkan pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa didahului oleh
              penetapan  dari  lembaga  penyelesaian  perselisihan  hubungan  industrial  atau  Pengadilan
              Hubungan Industrial (PHI).
                                                           204
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210