Page 204 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 204

"Kenapa kita perlu melakukan aksi satu hari menjelang puasa? Karena pandemi Covid-19 tidak
              memungkinkan  aksi  terus-menerus  dalam  menyuarakan  kepentingan  buruh,  yaitu  menolak
              Omnibus  Law  Undang-Undang  Cipta  Kerja.  Meminta  hakim  Mahkamah  Konstitusi  untuk
              membatalkan, mencabut Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya
              klaster ketenagakerjaan," tutur Said dalam konferensi pers secara daring, Senin (5/4/2021).

              Selain menyoal pembatalan UU Cipta Kerja, dalam aksinya nanti buruh meminta pemerintah dan
              pengusaha untuk tetap membayarkan upah minimum sektoral kabupaten/kota tahun 2021.

              Buruh sekaligus akan menuntut agar pembayaran tunjangan hari raya daat lebaran nanti dapat
              dibayarkan secara penuh tanpa dicicil.

              "Dan yang ketiga memastikan pemerintah dan pengusaha wabil khusus pengusaha di seluruh
              Indonesia untuk membayar tunjangan hari raya atau THR tahun 2021 ini secara penuh dan tidak
              dicicil," kata Said.

              Tuntutan  pembayaran  THR  tanpa  dicicil,  dikatakan  Said  meneruskan  pernyataan  Menko
              Perekonomian Airlangga Hartarto di media yang ia tujukan kepada pengusaha.

              "Menko Perekonomian mengatakan sudah saatnya tahun ini pengusaha diminta untuk membayar
              THR  kepada  buruh  secara  penuh  tidak  lagi  dicicil.  Karena  beliau  juga  mengatakan  bahwa
              pemerintah sudah memberikan stimulus-stimulus dan bahkan sudah memberikan relaksasi baik
              itu pajak dan sebagainya," kata Iqbal.

















































                                                           203
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209