Page 785 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 785
Judul Pengamat Sebut Dampak Omnibus Law Lebih Parah Dibanding COVID-
19
Nama Media indopos.co.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://indopos.co.id/read/2020/10/05/256133/pengamat-sebut-
dampak-omnibus-law-lebih-parah-dibanding-covid-19/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-10-05 09:03:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Haris Azhar (Direktur Eksekutif Lokataru) Hari ini dihempas virus corona, ke depan
kita akan disingkirkan oleh praktik omnibus, dan akan lebih parah
negative - Haris Azhar (Direktur Eksekutif Lokataru) Omnibus Cilaka, sangat pro praktik bisnis
untuk eksploitasi lahan dan tenaga kerja, sementara di sisi lain, pengusaha bahkan juga diberi
keringanan pajak
neutral - KontraS (None) Tanah rakyat akan habis jika sekali ditunjuk oleh negara untuk diberikan
ke sektor bisnis
negative - Haris Azhar (Direktur Eksekutif Lokataru) Pilkada adalah bisnis politik, (karena itu
penyelenggaraannya) dibanyakin tempat. Kalau dihentikan, akan mengganggu kenikmatan
mereka. Dilanjutkan asal Omnibus digolkan. Barter, padahal ini jebakan
negative - Asfinawati (Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) Meski
ditentang oleh banyak kelompok masyarakat pemerintah dan DPR memaksakan pengasahan
RUU Omnibus Law. Padahal jelas sudah bahwa setiap pasal-pasal dalam Omnibus Law justru
menunjukkan negara mengabaikan hak rakyat, untuk hidup bermartabat dan justru
mempercepat pengrusakan lingkungan
positive - Asfinawati (Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI))
Siapakah yang paling merugi dengan adanya RUU Omnibus Law Cipta Kerja? kita semua,
contohnya omnibus law cipta kerja membuat pengusaha dapat menikmati hak guna usaha
langsung 90 tahun padahal sebelumnya hanya 25 atau 35 tahun dengan perpanjangan 25 tahun
jika perusahaan memenuhi syarat
Ringkasan
- Sejumlah pihak mengingatkan bahaya dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).
Peringatan, salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar. Menurutnya, jika
784

