Page 869 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 869

DIANGGAP CERMINKAN PANCASILA, JADI ALASAN DEMOKRAT TOLAK RUU
              CIPTAKER
              Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Repro  Partai Demokrat menjadi
              salah satu partai politik yang menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang tinggal
              selangkah  lagi  disahkan  menjadi  Undang-Undang  (UU)  meskipun  banyak  penolakan  dari
              masyarakat.

              Berita terkait  Tidak Ada Politik Identitas Di Medan, Demokrat-PKS Ingin Menang Tanpa Merusak
              Siswa Belajar Daring, Ibas Ingatkan Insan Pendidikan Disiplin Protokol Covid-19  Tolak RUU
              Ciptaker, PKS Nilai Susunan Resepnya Tidak Pas

              Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, Partai Demokrat
              mempunyai lima alasan menolak RUU Ciptaker.

              Pertama, RUU Ciptaker dinilai tidak memiliki nilai urgensi dan kegentingan memaksa di tengah
              krisis pandemi virus corona baru (Covid-19).

              "Di  masa  krisis  pandemi  ini  fokus  utama  seharusnya  menangani  penanganan  pandemi  gitu,
              menyelamatkan jiwa manusia dan memutuskan rantai penyebaran covid," ujar Herzaky dalam
              diskusi virtual  bertajuk  "    Kontroversi  Omnibus Law  dan Ruang  Keadilan  Sosial  Kita   "  yang
              diselenggarakan Balitbang DPP Partai Demokrat pada Minggu malam (4/10).

              Selain itu kata Herzaky, RUU Ciptaker membahas secara luas beberapa perubahan UU sekaligus.
              Dimana, terdapat 1.244 pasal dan 79 UU yang akan direvisi.

              "Pertanyaannya ini kan sangat-sangat kompleks, tapi kenapa seakan-akan sedemikian terburu-
              buru ini sampai kemudian ada meeting yang di luar hari kerja dan macam-macam. Ada apa ini?
              Itu  menjadi  pertanyaan  besar  juga.  Seharusnya  kan  dibahas  lebih  hati-hati  dan  sangat
              mendalam. Kurang bijak lah dari kami memandangnya ini," jelas Herzaky.

              Tak  hanya  itu,  Demokrat  kata  Herzaky  juga  menilai  bahwa  RUU  Ciptaker  berpotensi
              meminggirkan hak-hak dan kepentingan kaum pekerja di negeri ini.

              "Kami juga melihat bahwa kalau UU ini harapannya bisa di satu sisi bisa mendorong investasi
              ya, yang menggerakkan perekonomian nasional, tapi disisi lain kok hak dan kepentingan pekerja
              ini sepertinya diabaikan atau dipinggirkan, kan gak boleh seharusnya," kata Herzaky.

              Apalagi  kata  Herzaky,  RUU  Ciptaker  juga  mencerminkan  bergesernya  semangat  Pancasila,
              utamanya sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

              Tidak Ada Politik Identitas Di Medan, Demokrat-PKS Ingin Menang Tanpa Merusak  Terakhir,
              Demokrat menilai, RUU Ciptaker cacat prosedur, kurang transparan dan kurang akuntabel karena
              tidak banyak melibatkan elemen masyarakat, pekerja dan jaringan civil society.

              "Partai Demokrat aja sempat tidak dapat gitu diawal, kan menjadi lucu gitu, draft RUU hanya di-
              keep  oleh sekelompok orang tertentu. Ini ada apa ini? Bayangkan anggota dewan aja kita yang
              resmi di dalam Parlemen aja tidak mendapatkan akses di awal. Apalagi teman-teman elemen
              masyarakat pekerjaan dan jaringan civil society," pungkas Herzaky.










                                                           868
   864   865   866   867   868   869   870