Page 866 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 866

kita  lakukan  dengan  memperhatikan  trend  pekerjaan  yang  mengarah  kepada  pemanfaatan
              digital, termasuk Industri 4.0 dan ekonomi digital.
              Kelima,  ada  pun  persyaratan  PHK  tetap  mengikuti  persyaratan  yang  diatur  dalam  UU
              Ketenagakerjaan dan RUU Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti hadi, cuti hamil yang telah
              diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

              Badan  Legislasi  (Baleg)  DPR-RI  dan  Pemerintah  beserta  Dewan  Perwakilan  Daerah  (DPD)
              menggelar  rapat  kerja  membahas  RUU  Cipta  Kerja  pada  Sabtu  (3/10/2020)  malam.  Rapat
              tersebut akhirnya menyetujui RUU Cipta Kerja untuk dilanjutkan ke sidang paripurna DPR yang
              rencananya akan digelar pada 8 Oktober 2020 untuk disahkan menjadi undang -undang, namun
              ada dua fraksi yang menolak.

              Tujuh Fraksi yang menerima RUU Cipta Kerja adalah PDI-P. Gerindra, Golkar, Nasdem. PKB. PPP.
              PAN. Sedangkan yang menolak adalah Fraksi Demokrat dan PKS.

              "Setelah kita mendengar bersama-sama pendapat dan pandangan fraksi-fraksi dan pemerintah
              serta DPD, tadi sudah disampaikan ada 7 fraksi yang menerima dan 2 menyatakan menolak,
              dengan  harapan  tadi  seperti  yang  disampaikan  Pak  Menko  Perekonomian,  pintu  komunikasi
              masih terbuka untuk dilakukan menjelang Paripurna. Oleh karena itu saya meminta persetujuan
              kepada  seluruh  anggota  dan  pemerintah,  apakah  Rancangan  Undang-Undang  tentang  Cipta
              Kerja ini bisa kita setujui untuk diteruskan pengambilan keputusannya di tingkat selanjutnya?"
              kata  Ketua  Baleg  Supratman  Andi  Agtas dalam rapat kerja Pemerintah dan  Baleg  DPR  yang
              disiarkan langsung di YouTube DPR. Sabtu (3/10).

              Mewakili Fraksi Partai Demokrat di Baleg DPR-RI, Hinca Panjaitan menyampaikan. Fraksi Partai
              Demokrat  menolak  RUU  Cipta  Kerja  diteruskan untuk  pengambilan  ke-putusannya  di  tingkat
              selanjutnya.  Ia  menilai  banyak  hal  yang  harus  dibahas  kembali  secara  lebih  mendalam  dan
              komprehensif.

              Menurutnya, RUU Cipta Kerja tidak memiliki nilai urgensi dan kegentingan yang memaksa di
              tengah krisis akibat pandemi. Ia menilai prioritas utama pemerintah harus diprioritaskan dalam
              menangani  pandemi,  khususnya  menyelamatkan  jiwa  manusia,  memutus  mata  rantai
              penyebaran Covid-19, dan memulihkan ekonomi rakyat "Kami memahami RUU Cipta Kerja ini
              kita  tujukan  untuk  menjalankan  sejumlah  agenda  perbaikan  terkait  reformasi  birokrasi,
              peningkatan ekonomi, dan juga percepatan tenaga kerja. Tetapi kami mencermati pula adanya
              sejumlah persoalan mendasar dari RUU ini." kata Hinca Pan jaitan.

              Mengutip  survei  World  Economics  Forum  pada  2017,  Hinca  menyampaikan  masalah
              ketenagakerjaan bukanlah persoalan utama yang menghalangi masuknya investasi asing. Tiga
              faktor  utama  yang  justru  menjadi  hambatan  dalam  menjalankan  bisnis  di  Indonesia  adalah
              korupsi, birokrasi pemerintah yang tidak efisien, dan akses

              Badan Legislasi (Baleg) DPR dan Pemerintah menggelar rapat kerja membahas RUU Cipta Kerja,
              Sabtu (3/10). keuangan. Sementara masalah ketenagakerjaan ada di peringkat ke-13 dari 16
              persoalan yang menghambat.

              Sementara itu, perwakilan dari Fraksi PKS Ledia Hanifa Amaliah juga menyampaikan sikap Fraksi
              PKS  yang  menolak  RUU  Cipta  Kerja  untuk  ditetapkan  sebagai  undang-undang  dalam  sidang
              Paripurna, sebab beberapa ketentuannya dinilai merugikan kaum buruh.
              Mengomentari  penolakan  itu.  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto
              menegaskan  bahwa  pemerintah  tetap  membuka  pintu  komunikasi  dengan  fraksi  Demokrat
              maupun PKS yang menolak RUU Cipta Kerja untuk ditetapkan sebagai undang-undang.



                                                           865
   861   862   863   864   865   866   867   868   869   870