Page 865 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 865

Dengan  debirokratisasi  maka  masyarakat  akan  mudah  memproses  perizinan  berusaha  dan
              perlindungan dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek
              perlindungan kesehatan, keamanan, lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.



              RUU CIPTA KERJA MENDORONG DEBIROKRATISASI

              Menteri  Koordinator  (Menko)  Bidang  Perekonomian,Airlangga  Hartarto  mewakili  pemerintah
              hadir dalam rapat kerja membahas RUU Cipta Kerja pada Sabtu (3/10) mengatakan, RUU Cipta
              Kerja  akan  dapat  mendorong  debirokratisasi  sehingga  pelayanan  pemerintahan  akan  lebih
              efisien, mudah, dan pasti dengan penerapan NSPK (norma, standar, prosedur, dan kriteria) dan
              penggunaan sistem eletronik.

              Dengan  debirokratisasi  maka  masyarakat  akan  mudah  memproses  perizinan  berusaha  dan
              perlindungan dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dengan tetap memperhatikan aspek-aspek
              perlindungan kesehatan, keamanan, lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

              Airlangga mengatakan, manfaat yang akan didapat nanti setelah berlakunya UU Cipta Kerja,
              kepada  masyarakat,  paling  kurang,  antara  lain,  untuk  UMKM.  diberikan  kemudahan  dan
              kepastian dalam proses perizinan. kemudahan dalam mendaftarkan hak kekayaan intelektual
              (Haki),  kemudahan  dalam  mendirikan  perusahaan  terbuka  (PT) perseorangan  juga  diberikan
              kemudahan dengan persyaratan yang mudah dan juga biaya yang murah sehingga ada kepastian
              legalitas bagi pelaku usaha UMKM.

              Untuk  koperasi,  diberikan  kemudahan  dalam  proses  pendirian  koperasi  dengan  menetapkan
              minimal  jumlah  sembilan  orang  koperasi  diberikan  keleluasaan  untuk  melaksanakan  prinsip
              usaha koperasi secara syariah dan dapat memanfaatkan teknologi untuk operasional koperasi.

              Untuk sertifikasi halal, dilakukan percepatan dan kepastian dalam proses sertifikasi halan dan
              bagi pelaku UMK diberikan kemudahan dan biaya ditanggung pemerintah, serta memperluas
              lembaga pemeriksa halal. yang dapat dilakukan oleh ormas Islam dan perguruan tinggi negeri.
              Untuk nelayan, dalam RUU Cipta Kerja telah diatur penyederhanaan perizinan berusaha untuk
              kapal  perikanan  yang  dilakukan  melalui  satu  pintu  di  KKP  dan  Kementerian  Perhubungan
              memberikan dukungan melalui standar keselamatan.
              Dari sisi perumahan, kata Airlangga. pemerintah akan memberikan percepatan pembangunan
              rumah  bagi  masyarakat  berpenghasilan  rendah  (MBR)  yang  dikelola  khusus  oleh  Badan
              Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3).

              Sedangkan,  peningkatan  perlindungan  kepada  pekerja,  meliputi,  pertama,  adanya  kepastian
              perlindungan bagi pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) melalui pemberian jaminan
              kompensasi. Kedua, adanya kepastian dalam pemberian pesangon, di mana dalam pemberian
              pesangon Pemerintah menerapkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dengan tidak
              mengurangi manfaat JKK. JKm, JHT, dan JP serta tidak menambah beban iuran dari pekerja atau
              pengusaha.

              Ketiga, pengaturan alih daya tetap diatur dalam UU dengan tetap memperhatikan Putusan MK.
              Kempat.  pelaksanaan  Jaminan  Kehilangan  Pekerjaan  (JKP)  yang  dilakukan  oleh  pemerintah
              melalui  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan  (BPJamsos-tek)  dengan  tidak
              mengurangi manfaat JKK. JKm. JHT, dan JP serta tidak menambah beban iuran dari pekerja atau
              pengusaha.

              Keempat, pengaturan jam kerja yang khusus untuk pekerjaan tertentu yang sifatnya tidak dapat
              melakukan jam kerja yang umum yang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan, dan hal ini perlu


                                                           864
   860   861   862   863   864   865   866   867   868   869   870