Page 860 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 860
'"Yang paling penting sekarang, bagaimana masyarakat merasakan berlakunya Undang-Undang
Ciptaker," kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, dalam RUU tersebut, terdapat berbagai dukungan untuk pelaku usaha. Antara
lain, proses perizinan yang lebih mudah karena adanya perizinan satu pintu atau Online Single
Submission (OSS).
Tak hanya pelaku usaha, lanjut Airlangga, UU Ciptaker memberi solusi dalam meningkatkan
perlindungan kepada pekerja. Misalnya soal pemberian pesangon, pemerintah menerapkan
Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) melalui BPJS dengan tanpa mengurangi manfaat
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Jaminan Kematian (JKM). Jaminan Hari Tua (JH), dan Jaminan
Pensiun (JP). Dan yang paling penting, tidak ada iuran tambahan baik dari pekerja maupun
pemberi kerja.
Selain itu. RUU Ciptaker mengatur jam kerja khusus untuk pekerjaan tertentu yang jam kerjanya
tidak umum. Dan. akan memperhatikan tren pekerjaan yang mengarah kepada pemanfaatan
digital, termasuk industri 4.0 dan ekonomi digital.
"Soal Persyaratan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tetap mengikuti persyaratan yang ada di
Undang-Undang Ketenagakerjaan. RUU Ciptaker tak akan menghilangkan hak cuti haid dan cuti
hamil " tegas Airlangga.
Sementara itu, penolakan terhadap pengesahan RUU itu masih terus disuarakan kaum buruh.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebutkan, setidaknya ada
32 federasi dan konfederasi di Indonesia yang menolak pengesahan RUU tersebut.
"Ada 10 isu yang diusung oleh buruh dalam menolak RUU Ciptaker di klaster ketenagakerjaan,"
kata Said.
Sepuluh isu tersebut antara lain berkaitan dengan PHK. sanksi pidana bagi pengusaha. Tenaga
Kerja Asing (TKA). Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral
Kabupaten/ Kota (UMSK), pesangon, karyawan kontrak seumur hidup. outsourcing seumur
hidup. waktu kerja, cuti dan hak upah atas cuti, serta jaminan kesehatan dan jaminan pensiun
bagi pekerja kontrak outsourcing. nov
859

