Page 857 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 857

Seperti ketentuan upah minimum tiap kota/kabupaten yang nantinya tak baku diatur dan bisa
              hanya mengacu pada upah minimum tingkat provinsi.
              Hal ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia
              (OPSI) Timboel Siregar. Menurutnya, upah minimum yang hanya mengacu pada tingkat provinsi
              bisa menyebabkan konsumsi terkoreksi.

              Kehadiran JKP pun dinilainya hanya akan memperberat kondisi keuangan BPJS Ketenagakerjaan.

              "Apakah pemerintah akan menjamin enam kali upah usai pekerja mengalami PHK? Saya sangsi.
              Kemungkinan hanya Rp600.000 seperti jaring pengaman sosial atau maksimal Rpl juta. Dalam
              skenario PHK menjadi lebih mudah dengan RUU Cipta Kerja, tentu ini memperberat anggaran
              negara," tutur Timboel.

              Dia pun menyoroti tak terjawabnya masalah defisit pasar kerja di Tanah Air. Dengan skema
              pekerja  kontrak  waktu  tertentu  (PKWT)  yang  lebih  lugas  dan  bertambahnya  angkatan  kerja
              sampai 3 juta orang tiap tahunnya, dia tak yakin investasi yang hadir bisa menciptakan lapangan
              kerja sebagaimana kebutuhan.

              Menurutnya,  harapan  pekerja  saat  ini  hanyalah  mengawal  perkembangan  RUU  Cipta  Kerja
              sampai ke yudikatif. Sebab, aturan ini hampir pasti akan disahkan menjadi undang-undang dalam
              rapat paripurna yang rencananya digelar Kamis (8/10).





















































                                                           856
   852   853   854   855   856   857   858   859   860   861   862