Page 174 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 174

Ketenagakerjaan  telah  membuat  Pos  Komando  Pelaksanaan  THR  Keagamaan  Tahun  2021
              (Posko THR).
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyampaikan,  Posko  THR  ini  didirikan  untuk
              memberikan  pelayanan  konsultasi  pembayaran  THR  keagamaan,  memantau  pelayanan
              pengaduan  pembayaran  THR  keagamaan,  memantau  pelaksanaan  penegakan  hukum
              pembayaran THR keagamaan, dan melakukan koordinasi terkait hasil pelaksanaan penegakan
              hukum pembayaran THR keagamaan dengan instansi terkait.

              "Posko ini akan memberikan layanan kepada pekerja atau buruh dan pengusaha melalui tiga
              aspek utama, yaitu informasi seputar kebijakan dan peraturan THR keagamaan 2021, ada juga
              ruang atau forum konsultasi, kemudian pengaduan pelaksanaan THR keagamaan. Ini dilakukan
              dengan dua cara, baik secara offline maupun online," kata Ida Fauziyah dalam peluncuran Posko
              THR 2021 yang juga disiarkan secara virtual, Senin (19/4/2021).

              Untuk layanan tatap muka atau offline, layanan tersebut diberikan di Ruang Pelayanan Terpadu
              Satu Atap di Kementerian Ketenagakerjaan gedung B lantai 1. Layanan tatap muka dilakukan
              dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

              "Jadi, tetap harus membawa hasil PCR test maupun rapid antigen. Jika tidak (membawa), kami
              pun  akan  menyediakan  secara  gratis  kepada  teman-teman  yang  belum  memiliki  surat
              keterangan tersebut," kata Ida.

              Sedangkan     untuk     layanan    secara     online,   dapat     diakses    melalui    kanal
              www.bantuan.kemnaker.go.id atau call center 1500630. Layanan Posko THR ini diberlakukan
              mulai 20 April - 20 Mei 2021.

              Sebelumnya,  Ida  Fauziyah  telah  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021
              tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur di seluruh
              Indonesia. Menaker Ida meminta THR dibayar penuh atau tidak kecil, dan dilakukan paling lama
              7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang
              ditentukan  dalam  peraturan  perundang-undangan,  Menaker  Ida  meminta  Gubernur  dan
              Bupati/Wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog
              dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan
              dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," ungkap Ida.

              Sumber: BeritaSatu.com.
















                                                           173
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179