Page 176 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 176

PERUSAHAAN KAMU TAK BAYAR THR? ADUKAN KE SINI YA!

              Jakarta, - Pemerintah membentuk posko pengawasan Tunjangan Hari Raya (THR) salah satunya
              di  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  Jakarta.  Supaya  bisa  memastikan  kalau
              pengusaha membayarkan hak THR karyawan.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, mengatakan pembayaran THR sudah diwajibkan secara
              penuh kepada pekerja atau buruh oleh pengusaha sebelum H-7 lebaran. Adaya posko THR ini
              memudahkan pelaporan pelanggaran akan pemenuhan hak karyawan/buruh.

              "Urgensinya memberi layanan konsultasi THR, pengaduan, memantau pelaksanaan/penegakan
              hukum akan pemberian THR, koordinasi hasil pembayaran THR dengan instansi terkait," kata
              Ida dalam Konferensi Pers, Senin (19/4/2021).

              Sementara bagi yang tidak mampu membayar, Ida menjelaskan pemerintah sudah memberi
              sedikit kelonggaran bagi perusahaan yang terdampak pandemi. Paling tidak boleh membayar
              THR  hingga  H-1  sebelum  lebaran,  dengan  catatan  bisa  diberikan  pembuktian  dari  laporan
              keuangan ke Disnaker juga hasil kesepakatan dengan karyawan.

              Menurut  Ida  hingga  saat  ini  belum  ada  laporan  mengenai  perusahaan  yang  tidak  mampu
              membayar. Berkaca dari tahun lalu laporan tidak mampu dari perusahaan baru mulai masuk
              pada minggu kedua hingga ketiga sebelum batas pembayaran THR (H-7 lebaran).

              Adapun sanksi yang akan diberikan bagi pelanggar mulai dari pembayaran denda dan sanksi
              administratif kepada pengusaha. Sebisa mungkin pekerja melaporkan hasil perundingan kalau
              tidak mampu membayar sesuai ketentuan yang berlaku.

              "Pengusaha  dan  pekerja  dapat  membayar  harus  melaporkan  hasil  perundingan  dan
              ketidakmampuan dibuktikan lapkeu internal," kata Ida.
              "Jika terlambat membayar sesuai ketentuan ada denda yang denda tersebut digunakan untuk
              kepentingan kesejahteraan buruh /pekerja. Kalau pengusaha tidak memenuhi pembayaran THR
              juga ada sanksi administrasi yang diberikan," tambahnya.

              Dari pemberitaan sebelumnya, banyak pengusaha yang mengaku tidak mampu membayar THR
              langsung secara penuh. Seperti di sektor hotel dan restoran tidak akan mampu membayar THR
              dalam waktu dekat.

              "Kita  pikirkan karyawan diberikan  THR.  Sangat-sangat  nggak  mungkin  sekali  dengan  kondisi
              sekarang untuk biaya operasional, nggak tertutupi, apalagi bayar (THR)," sebut Ketua Persatuan
              Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar kepada Jumat (16/4/21).

              Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menjelaskan
              harus memutar otak agar tidak terpuruk. Sangat berat untuk membayarkan THR pada saat ini.

              "Indonesia buat saya sendiri ya saya merasa setiap pengusaha harus ingin membayar THR tetapi
              kondisinya harus dilihat bagaimana setiap perusahaan dapat mengatasi mengantisipasi hal itu,"
              terang Arsjad.












                                                           175
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181