Page 402 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 402

Kepala  Disnaker  Pemkab  Blitar,  Haris  Susianto  menegaskan,  pihaknya  menerima  laporan
              kedatangan  atau  kepulangan  TKI/PMI.  Disnaker  hanya  menfasilitasi  urusan  yang  berada  di
              dalam wilayah kabupaten/kota.

              "Semacam ini, larangan itu kan ada di luar negeri ketika mau pulang. Seharusnya BP2MI badan
              yang punya tupoksi penempatan bisa melalui agent atau KJRI yang ada di sana menyampaikan
              SE Menaker tersebut," kata Haris kepada detikcom di kantornya, Senin (19/4/2021).

              Kebijakan ini sebagai tindak lanjut adanya larangan mudik 2021 dari pemerintah pada periode
              6-17 Mei. Selain TKI dilarang mudik, pekerja swasta juga termasuk. Hal itu tertuang dalam Surat
              Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) No M/7/HK.04/IV/2021 tentang Pembatasan
              Kegiatan  Mudik  Hari  Raya  Idul  Fitri  Tahun  1442  H  bagi  Pekerja/Buruh  dan  Pekerja  Migran
              Indonesia (PMI) dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

              Sejak April 2021, lanjut Haris, sebanyak 70 TKI/PMI asal Blitar dilaporkan pulang atau mudik.
              Disnaker kemudian berkoordinasi dengan camat asal daerah mereka tinggal, untuk penanganan
              isolasi mandiri sesuai protap COVID-19. Data yang tercatat di Disnaker Pemkab Blitar, sampai
              saat  ini  masih  sekitar  17.000  TKI/PMI  yang  masih  berada  di  luar  negeri.  Dari  jumlah  itu,
              didominasi TKI/PMI yang berada di Hong Kong dan Taiwan.

              "Tentunya  kami  juga  koordinasi  dengan  Dinkes  Pemkab  Blitar  untuk  penanganan  TKI  yang
              pulang ini. Selama ini kami sampaikan camat untuk isolasi mandiri 5 hari. Setelah itu diambil
              swabnya oleh dinkes," jelasnya.

              Haris mengaku, pihaknya tidak mempunyai jaringan luas untuk mensosialisasikan surat edaran
              itu. Yang ada hanya grup di aplikasi percakapan yang beranggotakan perwakilan TKI /PMI yang
              aktif mendampingi beberapa pekerja migran Indonesia yang bermasalah.

              "Ya kami nunggu dulu surat resminya. Itu yang nanti kami share ke grup TKI/PMI yang ada,
              supaya diteruskan ke kelompok mereka," pungkasnya






































                                                           401
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407