Page 404 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 404
SIAP-SIAP PULUHAN RIBU BURUH BAKAL DEMO LAGI, INI TANGGALNYA!
Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal
melangsungkan gelombang demo. Aksi massa buruh akan digelar pada 21 April dan 1 Mei atau
May Day.
Aksi demo 21 April diikuti oleh 10 ribu buruh di 1.000 pabrik yang tersebar di 24 provinsi dan
150 provinsi. Isu yang diangkat hanya satu, yaitu meminta hakim Mahkamah Konstitusi
mengabulkan judicial review, baik secara materiil maupun formil terhadap Undang-undang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Singkatnya, mereka meminta UU Cipta Kerja,
khususnya klaster ketenagakerjaan dibatalkan.
"Agendanya meminta para hakim Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan gugatan baik
materiil maupun formil dari KSPI terhadap Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
Kerja," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (19/4/2021).
Di tengah situasi pandemi virus Corona (COVID-19), Iqbal memastikan aksi demo dilakukan
mengikuti protokol kesehatan. Jadi, massa yang hadir di Mahkamah Konstitusi terbatas.
"Di Mahkamah Konstitusi mungkin sekitar 100 sampai 150 orang, mengikuti protokol kesehatan
dan mengikuti arahan petugas keamanan," sebutnya.
Sementara ribuan buruh lainnya akan menggelar aksi di depan kantor gubernur, bupati dan
walikota. Ada pula yang terkonsentrasi di masing-masing pabrik dan tetap sesuai dengan
protokol kesehatan yang berlaku di lingkungan pabrik.
Berikutnya aksi demo pada saat May Day akan menerjunkan massa lebih banyak lagi, yaitu
sekitar 50 ribu buruh yang tergabung di KSPI maupun yang terafiliasi.
"Karena ini KSPI meluas, boleh jadi lebih dari 200 kabupaten/kota. 50 ribu buruh di 24 provinsi,
lebih dari 200 kabupaten/kota dan 3.000 pabrik akan bergabung di Aksi May Day," ujar Iqbal.
Bentuk aksi yang dilakukan saat May Day sama seperti aksi 21 April nanti, yakni aksi di lapangan,
area pabrik, dan di kantor-kantor pemerintah daerah.
"Walaupun (May Day) hari libur tentu nanti akan koordinasi antara pimpinan serikat pekerja di
tingkat perusahaan dengan manajemen perusahaan, tentang lokasi-lokasi aksi saat May Day di
masing-masing pabrik dan di lokasi-lokasi pemerintahan daerah lainnya. Nanti akan diumumkan
lebih lanjut oleh pimpinan-pimpinan afiliasi KSPI," jelasnya.
Isu yang diangkat saat May Day ada dua, pertama menolak Undang-undang Nomor 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan. Berikutnya meminta
diberlakukannya upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021.
"Itulah 2 aksi yang dilakukan oleh KSPI pada tanggal 21 April dan tanggal 1 Mei atau May Day,"
tambah Iqbal.
403

