Page 421 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 421

(SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor: M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR
              Keagamaan Bagi Pekerja/ Buruh, tidak ditemukan kata-kata pembayaran THR bisa dicicil atau
              ditunda.

              Dia  menyebut,  yang  ada  pada  salah  satu  poin  di  edaran  itu,  bila  perusahaan  belum  bisa
              memberikan THR karena kondisi keuanganya terdampak Covid-19, agar perusahaan berdialog
              untuk menyepakati dengan buruhnya, difasilitasi dinas tenaga kerja setempat.

              "Jangan sampai kejadiannya dimainkan. Mereka (perusahaan, red) tidak koordinasi ke dinas,
              tidak musyawarah dengan pekerjanya. Tahu-tahu menunda atau mencicil pemberian THR karena
              pemahaman yang keliru," ujar Fahrozi kepada wartawan.

              Sederhananya,  bagi  perusahaan  yang  tidak  sanggup,  mengajukan  ke  dinas  agar  difasilitasi
              musyawarah  tripatrit  dengan  buruhnya.  Tetapi,  walaupun  proses  ini  ditempuh,  tetap  tidak
              menghilangkan kewajiban. Pada prinsipnya, THR harus dibayarkan!

              "Karena  tidak  mudah  meminta  penangguhan,  harus  jelas  dulu  alasannya  apa.  Harus
              melampirkan  kondisi  keuangan  perusahaan.  Nanti  diaudit,  benar  tidak  kondisi  keuangannya.
              Tidak serta merta bisa dikabulkan begitu saja," sebutnya.

              Sebab, selama perusahaan itu masih beroperasi, memproduksi, menjual, dan aktivitas lain sesuai
              dengan jenis usahanya, maka pemberian THR kepada pekerjanya hukumnya wajib!

              THR  sendiri,  berdasarkan  regulasi  yang  mengatur  soal  pengupahan,  wajib  diberikan  kepada
              pekerja dengan minimal masa kerja satu bulan berturut-turut. Bagi yang sudah bekerja 12 bulan,
              THR diberikan utuh sebesar satu kali gaji/upah bulanan.

              Bagi yang masa kerjanya di bawah 12 bulan, besaran THR yang wajib dibayarkan adalah jumlah
              bulan lamanya masa kerja dibagi 12, dikalikan besaran satu kali upah/gaji bulanan, (azs)










































                                                           420
   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426