Page 425 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 425
Kedua: Lunasi utang Kalau biasanya saya menyarankan untuk menempatkan dana perayaan
Lebaran (makanan, baju baru, dan mudik) sebagai prioritas kedua, tahun ini berbeda.
Prioritas kedua adalah untuk melunasi utang konsumtif Anda.
Walau ada kelonggaran dari pemerintah dan institusi pemberi pinjaman, namun saya sarankan
untuk menggunakan dana THR Anda tahun ini untuk melunasi utang konsumtif yang ada, seperti
utang kartu kredit.
Hal ini penting dilakukan untuk menghindari snowball effect dari bunga kredit, jikalau tiba-tiba
penghasilan kita berkurang atau hilang sebagai efek pandemi yang belum jelas kapan akan
berakhir ini.
Ketiga: Isi pos dana darurat Setelah Anda menunaikan kewajiban membayar THR, zakat, dan
melunasi utang, jika masih ada sisa dana THR, sebaiknya jangan digunakan untuk belanja
konsumtif atau untuk hal-hal yang tidak perlu.
Manfaatkan untuk mengisi pos dana darurat. Dana darurat ini akan sangat berguna di saat kita
mengalami musibah yang tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, motor/mobil rusak, dan lain
sebagainya.
Keempat: Sisihkan untuk mudik Jika Anda dan keluarga memiliki rencana mudik yang terpaksa
harus ditunda karena pandemi Covid-19, setelah 3 prioritas keuangan di atas terpenuhi, simpan
sebagian dana THR untuk mudik di saat kondisi sudah kembali normal.
Tiba saatnya nanti, Anda bisa mudik dengan tenang dalam keadaan sehat dan tidak perlu
khawatir tentang masalah biaya.
Kelima: Investasikan Bagi Anda yang tidak memiliki rencana mudik maupun bagi yang tidak
merayakan Lebaran, sisa dana THR dapat dirasakan sebagai dana nganggur.
Daripada dana tersebut nganggur, sementara Anda kerja keras walau WFH, sebaiknya bikin uang
Anda ikut bekerja.
Anda bisa menyimpan dana yang nganggur, dana darurat, dan dana mudik dalam reksa dana
pasar uang.
Reksa dana pasar uang memiliki beberapa keunggulan, diantaranya aman (diawasi oleh OJK),
tingkat risiko yang sangat rendah, tidak ada biaya keluar masuk (subscription/redemption),
mudah dicairkan atau likuid, sangat terjangkau (cukup dengan dana minimal Rp 10 ribu sudah
bisa mulai berinvestasi), bukan objek pajak, dan memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi
dibandingkan tabungan atau deposito. (*).
424

