Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2021
P. 43

Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian THR Tahun 2021 bagi Pekerja lebih berpihak kepada buruh dibandingkan dengan
              tahun  lalu.  Akan  tetapi  implementasinya  berpotensi  merugikan  buruh  jika  pengawasan  dan
              pendampingan tidak kuat. Apalagi bagi pekerja yang tidak berserikat dan posisi tawarnya relatif
              lemah dalam perundingan bipartit dengan perusahaan.

              "Bagi perusahaan yang pekerjanya berserikat dialog bipartit dengan manajemen bisa jadi bukan
              masalah besar. Tetapi bagaimana dengan pekerja yang tidak berserikat dan tidak terwakilkan,"
              kata Mirah Sumirat Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat Senin
              (19/4/2021) saat dihubungi di Jakarta.

              SE Menaker mengatur perusahaan yang terdampak pandemi dan tidak mampu membayar THR
              penuh wajib menggelar perundingan bipartit dan membuka laporan keuangan selama dua tahun
              terakhir  kepada  pekerja.  Setelah  dialog  bipartit  mencapai  kesepakatan,  perusahaan  wajib
              melaporkan  hasilnya  ke  dinas  ketenagakerjaan  setempat  paling  lambat  tujuh  hari  sebelum
              Lebaran. Mereka diberi kelonggaran membayar THR hingga sehari sebelum Lebaran.

              Menurut Mirah, dialog bipartit kerap menjadi celah yang merugikan pekerja karena posisi tawar
              manajemen dan pekerja yang kerap tak seimbang. Kasus pelanggaran pembayaran THR kerap
              terjadi di perusahaan yang pekerjanya tidak berserikat. Ia berharap posko THR di tiap daerah
              lebih  proaktif dan  tidak pasif  menunggu laporan  masuk  setelah  dugaan pelanggaran  terjadi.
              Pengawasan dan pendampingan harus dilakukan sejak tahap dialog bipartit.
              "Pemerintah  seharusnya  sudah  punya  gambaran  data  perusahaan  yang  selama  ini  'nakal'
              membayar THR atau data perusahaan yang kira-kira masih terdampak pandemi. Mereka perlu
              diawasi lebih ketat dan pekerjanya didampingi," kata Mirah yang juga tergabung sebagai anggota
              Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              Tim pemantau

              Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Posko Pelaksanaan THR Tahun 2021 Senin siang.
              Layanan posko pengaduan THR dibuka pada 20 April-20 Mei 2021 secara luar jaringan dan dalam
              jaringan.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan tahun ini posko pelaksanaan THR melibatkan
              tim pemantau dari unsur serikat pekerja dan serikat buruh serta asosiasi pengusaha yang duduk
              di Depenas.

              "Kami terbuka diawasi dan menerima masukan dari serikat pekerja buruh dan pengusaha. Hal
              ini yang membuat posko THR tahun ini beda dengan tahun lalu," kata Ida dalam konferensi pers
              peluncuran layanan Posko Pelaksanaan THR 2021 di Jakarta.

              Ia juga meminta gubernurn bupati dan wali kota berperan aktif mengawasi dan menjatuhkan
              sanksi bagi pengusaha yang melanggar aturan THR.
              Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan
              Kesehatan  Kerja  Kementerian  Ketenagakerjaan  Haiyani  Rumondang  mengatakan  pemerintah
              masih memeriksa perusahaan yang hingga kini masih menunggak pembayaran THR tahun lalu.
              (AGE)









                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48