Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 22

POSKO PENGADUAN THR DISIAPKAN

              Perusahaan diharapkan membayar THR sesuai ketentuan.

              Dinas  Tenaga  Kerja  (Disnaker)  Kota  Bandung  dan  Kota  Tasikmalaya  menyiagakan  posko
              pengaduan  terkait  Tunjangan  Hari  Raya  (THR). Pekerja  atau  buruh  bisa mengadu  ke  posko
              tersebut bila mengalami masalah soal pembayaran THR.

              Di Kota Bandung, posko pengaduan THR dibuka di kantor Disnaker setempat, Jalan Martanegara
              Nomor 4. Kepala Disnaker Kota Bandung Arief Syaefudin mengatakan, sejauh ini belum ada
              perusahaan yang menyatakan tidak sanggup membayar THR pekerjanya. Belum ada juga yang
              menyatakan akan mencicil pembayaran THR. "Saya harapkan tahun ini bisa terbayarkan oleh
              perusahaan," kata dia di Taman Sejarah Balai Kota Bandung, Selasa (27/4).

              Arief  mengatakan,  perusahaan  harus  membayar  THR  pekerjanya  sesuai  dengan  aturan.
              Termasuk  bagi  pekerja  kontrak  atau  outsourcing.  Apabila  terjadi  pelanggaran  terkait
              pembayaran THR ini, kata dia, dinasnya akan berkoordinasi dengan pengawas tenaga kerja di
              tingkat Provinsi Jawa Barat.

              Mengacu  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021,
              tertanggal 12 April 2021, dijelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang
              Pengupahan, serta Peraturan Menaker Nomor 6/2016, pemberian THR keagamaan merupakan
              kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja atau buruh.

              THR keagamaan itu diberikan kepada pekerja yang masa kerjanya sudah satu bulan secara terus-
              menerus  atau  lebih.  Selain  itu,  kepada  pekerja  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan
              perusahaan berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau waktu tertentu. Dalam surat
              edaran disebutkan, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya
              keagamaan.

              Di Kota Tasikmalaya, Kepala Disnaker setempat Rachmat Mahmuda mengatakan, sudah ada SE
              Wali Kota terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja/buruh, yang mengacu
              SE Menaker dan arahan gubernur Jawa Barat. SE itu disebut telah disebar ke seluruh perusahaan,
              serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha. "Kita harapkan THR harus diberikan perusahaan kepada
              pekerja maksimal H-7 Lebaran. Dengan ketentuan, pekerja yang masa kerjanya belum enam
              bulan diberikan secara proporsional," kata dia kepada Republika, kemarin.

              Rachmat menjelaskan, di Kota Tasikmalaya setidaknya terdapat 807 perusahaan. Sementara
              jumlah pekerjanya mencapai sekitar 32 ribu orang. Angka itu belum termasuk dengan UMKM.
              "Berkaca tahun sebelumnya, pembayaran THR itu agak berat karena (dampak pandemi) Covid-
              19 sangat terasa. Harapan kita, saat ini sudah bangkit semua. Jadi tak ada alasan perasahaan
              menunda THR," ujarnya.

              Rachmat mengatakan, pemberian THR dari perusahaan kepada pekerjanya itu bersifat wajib.
              Perusahaan yang melanggar ketentuan disebut dapat menerima sanksi. Menurut dia, perusahaan
              yang telat membayar THR sesuai peraturan dapat dikenakan denda lima persen dari jumlah yang
              seharusnya  dibayar.  Denda  itu  akan  disetorkan  kepada  kas  negara.  "Kalau  ada  unsur
              kesengajaan, bisa dilaporkan kepada pengawas," kata dia.

              Untuk mengantisipasi adanya persoalan terkait pembayaran THR ini, Disnaker Kota Tasikmalaya
              sudah membuka posko pengaduan. Menurut Rachmat, di posko ini disiagakan petugas Disnaker
              Kota  Tasikmalaya,  juga  dari  UPTD  Pengawasan  KetenagaKerjaan  Dinas  Tenaga  Kerja  dan
              Transmigrasi  Provinsi  Jabar,  perwakilan  asosiasi  pengusaha,  dan  serikat  pekerja.  "Kita  siaga
              kalau ada pekerja yang belum dibayar upahnya sampai H-7. Posnya di Dinas Tenaga Kerja," kata
              dia.


                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27