Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 19

Ringkasan

              Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menegaskan agar tunjangan hari raya (THR) bagi para buruh
              harus diberikan tujuh hari sebelum hari raya. Jika ada yang terpaksa membayar secara dicicil,
              maka  wajib  melaporkan  kondisi  keuanganya  secara  transparan.  Kepala  Bidang  Perhubungan
              Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Sukoharjo Suharno mengatakan,
              pihaknya sudah menyampaikan surat edaran ke perusahaan untuk membayarkan THR ke para
              buruh. Pemberian THR bagi buruh harus sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan
              Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
              Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.



              PERUSAHAAN YANG CICIL BAYAR THR WAJIB LAPORKAN TRANSPARANSI
              KEUANGAN

              SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menegaskan agar tunjangan hari raya (THR)
              bagi para buruh harus diberikan tujuh hari sebelum hari raya. Jika ada yang terpaksa membayar
              secara dicicil, maka wajib melaporkan kondisi keuanganya secara transparan.

              Kepala  Bidang  Perhubungan  Industrial  Dinas  Perindustrian  dan  Tenaga  Kerja  (Dispernaker)
              Sukoharjo Suharno mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran ke perusahaan
              untuk membayarkan THR ke para buruh. Pemberian THR bagi buruh harus sesuai dengan Surat
              Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Tanggal 4 dan 5 Mei kami pantau ke perusahaan. Kemudian tanggal 6 sampai 20 Mei kami buka
              posko THR," kata Suharno.

              Disinggung terkait kondisi perusahaan yang lesu karena adanya pandemi, Suharno menyebut,
              bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  berakibat  tidak  mampu
              memberikan  THR  sesuai  waktu,  maka  perusahaan  bisa  melakukan  dialog  dengan  buruh.
              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang memuat waktu pembayaran THR dengan syarat
              paling lambat dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan 2021.

              "Perusahaan  jika  tidak  mampu  membayar  THR  harus  dapat  membuktikan  ketidakmampuan
              untuk  membayar  THR  Keagamaan  tahun  2021  secara  tepat  waktu,  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan yang transparan," katanya.

              Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukoharjo M. Yunus Ariyanto
              mengakui, kondisi perusahaan saat pandemi berbeda. Ada perusahaan yang masih bisa survive
              dan  ada  perusahaan  yang  terpuruk.  Sehingga,  kemampuan  perusahaan  berbeda  dalam
              membayar THR.

              "Meski didera pandemi, perusahaan di Sukoharjo tetap berkomitmen membayar penuh THR.
              Penuh  ini  artinya  bisa  tunai  seperti  SE  Kemenaker  atau  penuh  tapi  dicicil.  Itu  kan  bisa
              didiskusikan dengan pekerja," kata Ari.

              Menurut Ari, sebenarnya perusahaan ingin supaya perusahaan dan buruh bisa bipartite mencari
              jalan terbaik pembayaran THR. Namun, apa daya, Kemenaker menghendaki THR dibayarkan
              penuh. Diakui Ari, buruh butuh THR untuk kebutuhan hari raya. Di sisi lain perusahaan kondisinya
              terpuruk.

              "Sebenarnya  itu  memberatkan  bagi  kita  di  tengah  pandemi  ini,  karena  kondisi  perusahaan
              berbeda. Kalau dari Apindo statemennya tetap bahwa bagi perusahaan yang mampu tentu saja
              berkewajiban memenuhi SE Kemenaker. Tapi di sisi lain, kita kan tidak bisa menutup mata ada

                                                           18
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24