Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 APRIL 2021
P. 16
pelaksanaan THR bagi buruh," kata lda Fauziah saat Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka
Barat 9 (FMB9) bertajuk "THR Dorong Konsumsi" Senin (26/4).
Keputusan ini, kata Menaker, telah dipertimbangkan melalui kajian mendalam dengan
melibatkan berbagai pihak. Dalam kajian tersebut, menyebutkan pertimbangannya adalah
mayoritas kondisi perusahaan saat ini sudah berangsur-angsur pulih dari dampak COVID-19 yang
mendera beberapa waktu lalu. Pemulihan berangsur terjadi berkat langkah-langkah strategis
pemerintah dalam melakukan penanggulangan dampak COVID-19.
Diantaranya, melalui pemberian insentif, stimulus, dan lain sebagainya untuk membantu dunia
usaha bertahan dari dampak negatif wabah global tersebut. Atas dasar itulah, pemerintah
memutuskan bahwa perusahaan wajib membayar THR kepada karyawannya sesuai dengan
aturan yang diterbitkan. "Pemberian THR tahun ini sudah mempertimbangkan kondisi
perekonomian kita," imbuhnya.
Namun begitu dikatakan Menaker bagi perusahaan yang belum pulih sepenuhnya, pemerintah
akan memberikan relaksasi terhadap aturan di atas. Maksudnya, perusahaan terkait dapat
memberikan THR kepada karyawannya hingga H-1 atau Hari Raya Idul Fitri kurang satu hari.
Syaratnya, perusahaan-perusahaan yang masuk kategori ini dapat berkoordinasi dengan dinas
terkait bahwa, hanya dapat membayarkan THR mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dengan cara
melampirkan laporan keuangan internal perusahaan selama beberapa bulan terakhir ini sebagai
alat bukti yang sah.
Perusahaan juga harus melakukan dialog kesepakatan kepada seluruh pekerjanya terkait
pembayaran THR sesuai dengan waktu di atas. Hasil dialog itu, kemudian dituangkan dalam
perjanjian tertulis tentang batas waktu pembayaran yang melibatkan kedua belah pihak. "Kami
meminta untuk dilakukan dilakukan secara kekeluargaan dengan itikad baik. Dan membuat
kesepakatan secara tertulis tentang batas waktu pembayaran THR," tuturnya.
15

