Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 JANUARI 2021
P. 115

Direktur  Pelayanan  BPJS  Ketenagakerjaan  Krishna  Syarif  mengatakan,  akan  memastikan
              perlindungan atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) bagi
              para  pekerja  korban  kecelakaan  tersebut  dengan  memberikan  48  kali  upah  terakhir  yang
              dilaporkan.

              "Apabila pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat bertugas atau dalam suatu
              kegiatan  terkait  dengan  kedinasan,  maka  ahli  waris  pekerja  berhak  mendapatkan  santunan
              program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BP Jamsostek," ujar Krishna
              melalui keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

              Selain itu, anak ahli waris pekerja berhak mendapatkan beasiswa pendidikan dari sekolah dasar
              hingga kuliah bagi dua orang anak dengan nilai maksimal Rp 174 juta.

              Jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau dalam kedinasan
              berhak mendapatkan dana jaminan kematian senilai Rp 42 juta yang akan diberikan kepada ahli
              waris yang sah.
              "Untuk program ini juga berlaku beasiswa bagi dua orang anak pekerja," ujar Krishna.

              Selain  itu,  ahli  waris  pekerja  yang  meninggal  dunia  karena  kecelakaan  tersebut  juga  secara
              otomatis akan mendapatkan JHT yang merupakan tabungan pekerja semasa masih aktif bekerja.

              Khrisna  mengatakan,  saat  ini  pihaknya  telah  melakukan  penelusuran  melalui  Layanan  Cepat
              Tanggap BP Jamsostek dan untuk sementara telah mendapatkan data para pekerja dari Sriwijaya
              Air dan NAM Air yang sedang bertugas.

              Sejalan  dengan  hal  tersebut,  untuk  mengantisipasi  temuan  korban  lainnya  yang  merupakan
              pekerja, Krishna mengimbau kepada para keluarga atau kolega korban agar menginformasikan
              kepada mereka.
              Melalui  layanan  Contact  Center  175,  Facebook  BPJS  Ketenagakerjaan  dan  Twitter  resmi
              @bpjstkinfo atau langsung mendatangi kantor-kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

              "Kami pastikan santunan yang akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," kata Krishna.

              Seperti  diketahui,  pesawat  Sriwijaya  Air  SJ  182  rute  Jakarta-Pontianak  hilang  kontak  di
              Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.
              Situs FlightRadar24 menyebutkan bahwa pesawat itu kehilangan ketinggian 10.000 kaki dalam
              1 menit.

              Saat ini, proses pencarian terus dilakukan di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

              Menteri  Perhubungan  Budi  Karya  Sumadi  sebelumnya  mengatakan,  pesawat  ini  membawa
              penumpang 50 orang yang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, serta 12 kru.

















                                                           114
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120